Sunday, 17 Rajab 1440 / 24 March 2019

Sunday, 17 Rajab 1440 / 24 March 2019

ACT Bangun Sumber Air Bersih Masyarakat Pesisir Riau

Kamis 10 Jan 2019 15:51 WIB

Red: Gita Amanda

Pembangunan sumur wakaf oleh Global Wakaf ACT.

Pembangunan sumur wakaf oleh Global Wakaf ACT.

Foto: ACT
Pembangunan difokuskan di daerah terpencil dengan mayoritas tingkat ekonomi rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Organisasi relawan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Riau membangun sumur bor untuk mengatasi masalah ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat terpencil di wilayah Desa Sekeladi, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.

Humas ACT Riau, Wahyu Fitra Suryanda di Pekanbaru, Kamis (10/1), mengatakan pembangunan pompa sumur bor cukup penting dilakukan mengingat masyarakat desa selama ini kesulitan air bersih. Sehingga terpaksa mengeluarkan uang untuk mendapat air layak pakai.

"Selama ini masyarakat desa terpaksa membeli untuk mendapat air bersih, seharga Rp 2.500 per jerigen," katanya.

Untuk itu, kata dia, melalui donasi Global Wakaf ACT, pembangunan sumur bor yang nantinya dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Pembangunan sendiri saat ini telah selesai dilakukan, dan masyarakat dapat menikmati sumber air bersih dengan gratis.

"Semoga upaya kami bisa membantu memecahkan permasalahan air bersih di Desa Sekeladi, sehingga uang yang sebelumnya digunakan untuk membeli air, bisa dialihkan untuk keperluan lainnya yang lebih penting," ujarnya.

Selain di Rokan Hilir, Wahyu mengatakan ACT juga telah membangun pompa sumur bor di 12 desa di Provinsi Riau untuk mengatasi kesulitan air bersih bagi masyarakat di desa tersebut. Dia mengatakan pembangunan tersebut difokuskan di daerah terpencil dengan mayoritas tingkat ekonomi masyarakat lemah. Selain itu, fokus pembangunan pompa sumur bor juga dilakukan di wilayah pesisir, seperti Rokan Hilir, Meranti, dan Pelalawan.

Dia mengatakan bagi sebagian masyarakat Riau, terutama yang tinggal di pedesaan, ketersediaan air bersih masih menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Kemudian, tingkat ekonomi masyarakat yang masih rendah juga menjadi beban tersendiri untuk memperoleh air bersih dengan cara membeli.

"Contohnya kemarin kita bangun di Pelalawan, masyarakat di sana banyak yang menjadi petani kelapa. Sementara harga kelapa Rp 500 per butir untuk mendapat air bersih juga harus beli, jadi kami tergerak untuk membantu mereka," katanya.

Dia mengatakan ke depan pihaknya akan berupaya membangun lebih banyak sumber air bersih, terutama bagi masyarakat desa yang tinggal di wilayah terpencil dengan ekonomi menengah ke bawah. Selain itu, dia juga berharap donasi masyarakat melalui Global Wakaf ACT untuk dapat membantu meringankan beban warga yang membutuhkan uluran tangan.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA