Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Peran Sahabat Nabi dalam Permulaan Dakwah Islam di Cina

Selasa 19 Mar 2019 13:14 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Warga melintas di halaman Masjid Niujie, di Beijing, Cina, Rabu (3/5).

Warga melintas di halaman Masjid Niujie, di Beijing, Cina, Rabu (3/5).

Foto: Antara/Zabur Karuru
Makam sahabat Nabi Muhammad SAW itu dapat dijumpai di Guangzhou, Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lalu lintas perdagangan menjadi medium penting yang membuat dakwah Islam sampai ke Cina. Memang, sebelum risalah Alquran turun kepada Nabi Muhammad SAW, bangsa Cina telah mengadakan kontak dagang dengan orang-orang Arab sejak berabad-abad silam. Tidak hanya Arab, mereka juga berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain, semisal Persia dan Romawi.

Baca Juga

Ketika Islam berkembang pesat pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab (634-644) dan Khalifah Usman (644-656), Parsi dan sebagian Romawi Timur takluk dalam kekuasaan Islam. Banyak pedagang Cina kemudian memeluk Islam masa penaklukan itu.

Kaum pedagang itulah yang kemudian menyiarkan Islam di Cina. Masa itu, Cina dikuasai oleh Dinasti Tang (565-635). Kepada sang Kaisar, para pedagang Muslim Cina itu memohon untuk diperbolehkan mendatangkan guru-guru pengajar Alquran dari Parsia.

Permohonan mereka kemudian dikabulkan, maka dikirimlah utusan ke Parsia. Sayangnya, permintaan Kaisar Cina itu ternyata tidak dapat dikabulkan oleh penguasa Muslim di Parsia, dengan alasan jauhnya negeri Cina. Hal ini mendorong Kaisar Cina untuk meminta langsung kepada Khalifah di Madinah.

Utusan ini diterima langsung oleh Khalifah Usman bin Affan yang kemudian menyanggupi untuk mengirimkan guru-guru yang akan mengajarkan Islam ke Cina. Delegasi Islam pertama dari Madinah ini datang di Cina pada 25 Agustus 651 Masehi.

Konon, delegasi ini dipimpin langsung oleh sahabat Nabi SAW, Abi Waqqas (Abi Wankesu, dalam bahasa Cina). Kuburan tokoh yang pakar Alquran itu hingga saat ini terdapat di Guangzhou. Lokasi itu dikenal dengan sebutan Raudah Abi Waqqas.

Kembali ke cerita para duta Muslim ini. Ketika menghadap Kaisar, mereka menjelaskan berbagai hal tentang Islam. Kaisar pun berkenan dan mempersilakan mereka untuk mengajarkannya kepada bangsa Cina. Sejak itulah Islam mulai dikenal di negeri tersebut.

sumber : Islam Digest Republika/Rif
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA