Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Hidup dan Matinya Abu Jahal, Si Penentang Rasulullah SAW (1)

Selasa 12 Feb 2019 07:52 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Gurun pasir (ilustrasi)

Gurun pasir (ilustrasi)

Foto: tangkapan layar Reuters/David Rouge
Kebencian Abu Jahal alias Amr bin Hisyam terhadap Nabi SAW begitu dikenang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dakwah Nabi Muhammad SAW selama di Makkah menghadapi banyak penentang dari para pemuka Quraisy. Di antara yang paling terkemuka adalah Abu Lahab alias Abdul Uzza, Abu Jahal, Umar bin Khaththab (sebelum memeluk Islam), Abu Sufyan bin Harb (sebelum menjadi Muslim), dan Ummu Jamil (istrinya Abu Lahab).

Kebencian Abu Jahal alias Amr bin Hisyam terhadap Rasulullah SAW begitu masyhur. Seperti diceritakan KH Moenawar Khalil dalam Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad (Vol 1), suatu kali Abu Jahal melihat Nabi SAW pergi ke masjid. Tiba-tiba, dia langsung menghardik dan melarang beliau SAW untuk mengerjakan shalat.

“Muhammad, apakah engkau marah dan berang kepadaku? Apakah engkau berani mengancam aku? Tidakkah engkau tahu bahwa aku ini seorang yang berharta banyak dan punya banyak kawan? Beranikah engkau padaku?” ketus Abu Jahal.

Rasulullah SAW bersikap sabar terhadapnya. Tidak menjawab sepatah kata pun. Turunlah wahyu dari Allah SWT, surah al-Alaq ayat 6-14.

Artinya, “Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas; Karena dia melihat dirinya serba cukup; Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu); Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang; Seorang hamba ketika mengerjakan shalat; Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran; Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?; Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?; Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

Baca juga: Hidup dan Matinya Abu Jahal, Si Penentang Rasulullah SAW (2)

Keesokan harinya, Abu Jahal bertindak lebih parah. Dia mengangkut sebuah batu besar dari atas bukit, untuk kemudian dijatuhkannya ke muka masjid. Setelah itu, pemuka musyrikin ini menunggu Nabi SAW datang.

Rasulullah SAW tiba di lokasi dan tidak paham apa maksud Abu Jahal dengan perbuatannya itu. Beliau SAW lalu shalat di samping Ka’bah, tepatnya di Maqam Ibrahim.

Bak orang yang kalap, Abu Jahal lantas maju, hendak menjatuhkan batu tadi ke atas kepala Nabi SAW yang sedang sujud dalam shalatnya. Namun, belum sempat dia melakukan itu, tubuhnya tiba-tiba bergetar ketakutan.

Sumber : Islam DIgest Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA