Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Islamnya Jagoan Kota Makkah

Jumat 11 Jan 2019 06:36 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko

Khalid bin Walid/Ilustrasi

Foto:
Ia dikenal lantaran kecerdasan dan ketangguhannya sebagai pemimpin pasukan Quraisy.

Bagaimanapun, akhir hidup Khalid  tidak sesuai dengan cita-citanya sebagai panglima jihad kaum Muslim. Khalid begitu sedih menyadari maut menjemput dirinya di atas kasur, bukan gugur di medan perang.

Padahal, ia telah menghabiskan hampir seluruh masa hidup di atas punggung kuda, di bawah kilatan pedang, dan berhadap-hadapan dengan musuh Allah.

Dialah yang dengan heroik menyertai peperangan bersama Rasulullah SAW. Pedang Khalid  telah merontokkan keangkuhan Kekaisaran Persia dan Romawi. Seluruh kawasan Irak dan Syam telah dibebaskannya agar Islam semakin berjaya.

Dan, di sinilah ia meratapi kematian yang kian dekat sembari terbujur di atas kasur. Khalid mengungkapkan kepiluan hatinya dengan berkata, Sungguh, aku telah mengikuti peperangan ini dan itu.

Tidak ada satu jengkal pun pada tubuhku melainkan padanya terdapat bekas sabetan pedang dan lemparan anak panah. Akan tetapi, sekarang aku mati di atas kasurku bagaikan seekor unta. Namun, mata-mata para pengecut jangan sampai tertidur.

Khalid  telah mewarisi keberanian. Namanya harum sebagai panglima perang, pemimpin pasukan kaum Muslim yang disegani negeri-negeri adidaya. Dalam hidupnya, Khalid  berupaya sungguh-sungguh meneladani Rasulullah SAW, yang sederhana dan mencintai orang-orang miskin.

Saat nyawa lepas dari jasadnya, Khalid  hanya meninggalkan harta berupa seekor kuda, sebilah pedang, dan seorang budak. Melihat kenyataan ini, Khalifah Umar bin Khattab berkata, Semoga Allah merahmati Abu Sulaiman (Khalid ). Keadaannya persis seperti apa yang kami sangkakan. Khalid  wafat pada tahun 21 Hijriyah di Syam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA