Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Jangan Jadi Penumpuk Harta

Senin 20 May 2019 18:29 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Orang kaya raya (ilustrasi)

Orang kaya raya (ilustrasi)

Foto: spdi.eu
Surah al-Humazah menyebut ancaman bagi para penumpuk harta yang zalim

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Adi Fitri     

"Wail' bagi pencaci dan penghina. Yang mengumpulkan harta kemudian menghitung hitungnya. Mereka menyangka dengan harta itu dapat mengekalkannya. Sungguh Tidak, mereka akan dilemparkan ke dalam 'hutamah'" (QS. al-Humazah/104: 1-4).

Baca Juga

Firman Allah SWT itu menyinggung orang-orang yang gemar menumpuk-numpuk hartanya tanpa berempati sosial. Ada kisah Qarun sebagai si penumpuk harta dan kemudian ditenggelamkan bersama hartanya. Kemudian, Fir'aun sebagai penumpuk kekuasaan hingga ia memproklamirkan diri sebagai tuhan, lalu mati dalam kesombongannya.

Surah Al-Humazah menegaskan ancaman dan vonis yang akan diberikan kepada kaum 'penumpuk harta'.

Mereka digambarkan, pertama, adalah sewenang-wenang --yang merupakan pesan implisit dari sifat orang penghina dan pencerca. Kedua, sombong dan congkak. Penumpuk harta memiliki rasa percaya diri yang berubah menjadi kesombongan, Allah menggambarkan penumpuk harta tersebut menyangka bahwa harta mereka dapat mengekalkannya, padahal Allah telah menyediakan hutamah untuk mereka.

Dimensi sosial melalui surat ini adalah Allah menghendaki agar orang orang kaya peduli terhadap lingkungannya, tidak menuhankan dirinya dalam kekayaan dan memiliki kesadaran penuh bahwa hartanya itu mustahil memberikan keabadian kepadanya.

Dengan bersikap demikian banyak hal yang dapat dilakukan oleh orang kaya terhadap kaum lemah, menjadi kaya yang tidak meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan adalah lebih utama. Ilustrasi yang tepat tentang orang kaya yang dikehendaki Alquran mungkin dapat dipetik dari kisah Nabi Sulaiman dan Nabi Yusuf saat mengurus negara.

Jadi, di manakah para orang kaya kita berada sekarang? Bersama Qarun dan Fir'aun atau bersama Sulaiman dan Yusuf? Wallahu a'lam

Sumber : Pusat Data Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA