Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

28 Peserta Taaruf di Oman Ucapkan Syahadat

Senin 27 Mei 2019 16:36 WIB

Red: Agung Sasongko

Masjid Sultan Qaboos di Muscat, Oman.

Masjid Sultan Qaboos di Muscat, Oman.

Foto: Flickr
Acara Taaruf merupakan pameran tentang Islam yang rutin digelar di Oman.

REPUBLIKA.CO.ID,  MUSCAT -- Sebanyak 28 orang memeluk Islam di acara 'Taaruf' (Menuju Kebahagiaan Manusia) di Muscat, Oman. Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Pengantar Islam dan Pertukaran Budaya di Kementerian Awqaf dan Urusan Agama (MARA).

Acara yang digelar di Oman Convention & Exhibition Centre (OCEC) itu mendapat respon yang baik dari semua bagian masyarakat. Sesi tersebut adalah jendela bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam. Di acara ini, pembicara utamanya adalah seorang cendekiawan Islam internasional dari Zimbabwe, Musa Menk atau yang dikenal Mufti Menk.

"Acara ini juga termasuk dialog dengan sekelompok mualaf yang baru memeluk Islam, di mana mereka membahas alasan untuk memeluk Islam dan apa perbedaan yang terjadi dalam kehidupan mereka sebelum dan sesudahnya dan nasihat apa yang akan mereka berikan kepada non-Muslim untuk membimbing mereka," kata seorang pejabat MARA, dilansir dari Muscat Daily, Senin (27/5).

Dalam kesempatan itu, Mufti Menk memberikan ceramah tentang kebahagiaan umat manusia. Ia mengatakan, bahwa Islam menyebarkan persaudaraan dan bahwa agama ada untuk meningkatkan kehidupan manusia.

"Semua hukum dan tradisi Islam adalah untuk kesenangan umat manusia dan mereka menunjukkan bahwa ketika manusia bergantung pada Allah, ia akan menerima kebahagiaan. Kunci menuju kebahagiaan adalah membangun hubungan dengan semua makhluk Tuhan," kata MUfti Menk.

Acara ini juga menampilkan pameran tentang Pesan Islam. Di sana, ada sejumlah lukisan Islam dan sejumlah landmark Oman yang menceritakan sejarah masjid-masjid dan arsitektur Islam di negara itu. Pameran ini mencakup bagian khusus tentang status perempuan dalam Islam dan hak serta kewajiban mereka.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA