Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Jejak Islam di Negeri Andean

Selasa 15 Jan 2019 20:40 WIB

Red: Agung Sasongko

peta bolivia

peta bolivia

Foto: wordtravels.com
Praktik keagamaan di negara yang berada di Amerika Selatan ini masih kecil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bolivia merupakan sebuah negara dengan populasi sekitar 10,5 juta orang. Populasi Muslim hanya 2.000 orang. Sekitar 95 persen rakyat Bolivia menganut Katolik Roma.

Praktik keagamaan di negara yang berada di Amerika Selatan ini masih kecil dan menyebar. Terpilihnya Presiden Evo Morales pada 2005 membawa hubungan yang lebih ramah dengan Republik Islam Iran di Timur Tengah.

Hal itu secara signifikan membuka sikap resmi Bolivia terhadap Islam. Populasi Muslim Bolivia kebanyakan keturunan dari Bangladesh, Pakistan, Mesir, Palestina, Iran, Suriah, dan Le banon. Komunitas ini umumnya tersebar di kota-kota besar, seperti La Paz dan Santa Cruz. Kehadiran komunitas yang lebih kecil juga terasa di Sucre, Cochabamba, dan Oruro.

Sedikitnya, ada delapan organisasi Islam yang berbeda, baik Syiah maupun Sunni yang ada di Bolivia. Mereka didanai, terutama Arab Saudi atau Republik Islam Iran. Sejak membuka kedutaan besar di La Paz pada 2008, Iran telah menjadi kekuatan pendorong dalam mening katkan kehadiran Islam di Bolivia, baik di dalam masyarakat maupun negara.

Iran telah mengusulkan sejumlah perjanjian bilateral dengan Bolivia, seperti proyek-proyek pembangunan ekonomi untuk pertukaran militer. Sebagai imbalannya, Bolivia mencabut pembatasan visa bagi warga negara Iran dan memfasilitasi peningkatan kehadiran pejabat Iran di negara Andean ini. Tingkat kegiatan Islam di Bolivia terbilang rendah.

Bolivia memiliki komunitas Islam kecil, tapi satu yang relatif aktif dan secara bertahap tumbuh lebih radikal. Sebagian besar anggota komunitas ini lahir di Bolivia dan keturunan imigran Palestina atau Lebanon yang telah tinggal di Bolivia selama beberapa dekade. Masyarakat Islam tradisional di Bolivia, terutama Sunni biasanya mem baur dengan masyarakat sekitar.

Mereka berpakaian dan memiliki budaya seperti warga lokal lainnya. Mereka tidak mempraktikkan tradisi Islam fundamentalis.

Sumber : Mozaik Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA