Jumat 05 Nov 2010 17:46 WIB

Proyek Konstruksi Mina Kurangi Areal Tenda Jamaah

Rep: Priyantono Oemar / Red: Endro Yuwanto
Jalur Armina yang masih dikerjakan
Jalur Armina yang masih dikerjakan

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH--Berbagai proyek kontruksi di Mina telah mengurangi areal tenda jamaah haji.

‘’Areal untuk tenda berkurang 30 persen,’’ ujar Ketua Komite Haji Kamar Dagang dan Industri Jeddah, Saad Al-Quraish, seperti dikutip arabnews, Kamis (4/11).

Proyek konstruksi yang ada di Mina, antara lain adalah proyek kereta api monorel. Pekan ini, kereta api monorel memasuki tahap uji coba. Kereta api monorel tahun ini baru bisa mengangkut jamaah haji Arab dan Timur Tengah.

Menurut Quraish, seharusnya Menteri Haji tidak melaksanakan proyek di areal yang digunakan oleh jamaah haji. Ia menunjuk proyek sukses enam menara Mina, yang dibangun di bukit yang tak dipakai jamaah. ‘’Mereka bisa melaksanakan proyek di daerah pegunungan,’’ ujar Quraish.

Komite Haji Kamar Dagang dan Industri Jeddah telah merekomendasikan pembuatan proyek masa depan di pegunungan di Mina. Sehingga, kata Quraish, "Akan menambah ruang yang tersedia untuk tenda." Dengan bertambahnya areal tenda jamaah, menurut arabnews, hal itu memungkinkan bertambahnya kesempatan orang melakukan ibadah haji.

Tahun ini, menurut Menteri Haji Arab Saudi, Fuad Al-Farsy, jamaah haji dari Arab Saudi hanya 250 ribu. Dari luar Arab mencapai 1,75 juta orang. Hingga Kamis kemarin, jumlah jamaah yang tiba di Arab Saudi telah mencapai 1,5 juta orang. Jamaah dari Indonesia telah mencapai 150 ribu orang.

Al-Farsy mengatakan, pemerintah akan meningkatkan kenyamanan jamaah dengan kelancaraan pergerakan di jamarat, dengan membangun proyek-proyek.

Operator layanan haji di Arab Saudi mengaku menurunkan jumlah jamaah. Haj Noor Al-Islam tahun ini hanya bisa menerima 700 jamaah karena hanya memiliki tenda untuk 1.000 orang.

"Tahun lalu kami menerima 1.200 jamaah. Ini karena kami memiliki tenda untuk mengakomodasi 1.500 jamaah,’’ ujar Mohammed Al-Manjoumi, dari haj Noor Al-Islam. Ruang tenda yang tak terpakai jamaah digunakan untuk ruang makan prasmanan dan jasa lainnya.

Abu Usamah, dari Al-Balad Al-Amin, mengatakan, hanya mampu menerima 600 jamaah. "Sebelumnya kami dapat menerima 750 jamaah," kata Usamah.

Harga tenda pun telah naik. Karenanya, Al-Ghrabawi dari Haj Al-Asyraf, mengaku hanya bisa menyediakan tenda untuk 500 jamaah. Jadi, kata Ghrabawi, ‘’Kami hanya menerima 400 jamaah,’’ jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement