Jumat 09 Apr 2010 07:13 WIB

Muslimat NU akan Dirikan Perusahaan Induk

Rep: rahmad santosa basarah/ Red: Arif Supriyono
Muslimat NU
Muslimat NU

JAKARTA--Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bertekad melakukan revitalisasi organisasi. Salah satunya dengan cara mengelola organisasi itu secara profesional.

Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU memiliki 103 panti asuhan, 74 BKIA/rumah bersalin/rumah sakit, 11 balai latihan kerja. Yayasan Haji Muslimat NU menaungi 146 kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). "Layanan ini pertama-tama mengutamakan niat keikhlasan, kedua baru profesionalisme," jelas Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansamantan, saat ulang tahun ke-64 Muslimat NU, Kamis (8/4) di Jakarta. .

Layanan yang berada di bawah naungan Induk Koperasi An-Nisa meliputi 9 puskop An-Nisa dan primer berbadan hukumnya berjumlah 131 grai pemasaran sektor agro dan 17 rintisan. "Kami sekarang sedang mempersiapkan sebuah perusahaan induk yang diharapkan pada tahun 2021 sudah bisa melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana dengan nama An-Nisa Putri Mandiri," tambahnya.

Muslimat NU, tuturnya, senantiasa menunjukkan responsibilitas dan komitmen untuk menjadi bagian penyelesaian persoalan umat melalui berbagai layanan yang dimiliki. Ia menegaskan, bidang-bidang layanan yang menjadi garapan Muslimat NU, yaitu kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi.

Ia mengungkapkan, Yayasan Pendidikan Muslimat NU kini membawahi 13.568 TPQ, 9800 TK/RA, 4657 playgroup. Sedangkan yang berada di bawah Yayasan Hidmat NU adalah 38.000 majelis taklim.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, berharap Muslimat NU semakin mapan dengan program-program unggulan yang telah dijalankan. “Muslimat NU diharapkan semakin maju,” katanya. Peringatan Harlah Muslimat NU ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman  dengan Menteri Pertanian, Suswono, dan Menteri Sosial, Salim Segaf Aljufri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement