Kamis , 11 Januari 2018, 23:16 WIB

SMP Cendikia BAZNAS Terima Murid Baru

Red: Gita Amanda
Baznas
Suasana kegiatan kelas observasi yang diadakan oleh SMP Cendekia Baznas.
Suasana kegiatan kelas observasi yang diadakan oleh SMP Cendekia Baznas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2016 mencapai kurang lebih 28 Juta jiwa atau 10,86 persen dari total penduduk. Dari beberapa penyebab kemiskinan tersebut, faktor rendahnya tingkat pendidikan menjadi faktor utama. Merujuk pada kondisi tersebut, SMP Cendekia Baznas (SCB) kembali membuka penerimaan siswa baru angkatan kedua tahun ajaran 2018/2019.

Melalui siaran pers  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kamis (11/1), dijelaskan bahwa SCB merupakan sekolah tingkat SMP berkonsep asrama, bebas biaya untuk fakir miskin diutamakan yatim-duafa yang lolos seleksi dari berbagai wilayah di Indonesia. SCB adalah salah satu program pendidikan yang dikelola oleh Baznas dan memiliki motto membangun karakter-mengoptimalkan potensi.

"Setiap siswa menempuh pendidikan formal (kurikulum dinas pendidikan), pembinaan karakter Islam, Alquran-hadist serta pengembangan potensi sesuai minat dan bakat," ujar Baznas dalam siaran persnya.

Fasilitas yang disediakan di SCB meliputi ruangan kegiatan belajar mengajar dengan sistem moving class (siswa berpindah ruang setiap pergantian mapel), laboratorium komputer, Lab MIPA, perpustakaan, ruang training, sarana olah raga, UKS Plus, Koperasi, Masjid, dan Asrama. Terdapat ekstrakurikuler pilihan dan tiga ekstrakurikuler wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa yaitu pramuka, pencak silat, dan panahan.

Meskipun belum satu tahun berjalan, siswa SCB telah mengukir berbagai prestasi, di antaranya Meraih empat medali emas Kejuaraan Pencak Silat Yogyakarta Championship 2017, dua medali emas dan empat perak untuk Pencaksilat Jampang, unggulan 15 besar Cerdas Cermat IPS  Universitas Negeri Jakarta 2017, Juara 1 LCT Pramuka Smangood Festival 2017, Juara 1 Marawis Smangood Festival 2017, Juara 1  Seni Karya Smangood Festival 2017, finalis lomba essai GNFI, dan berbagai prestasi lainnya.

"Untuk menjadi siswa SCB, setiap calon peserta harus mengikuti setidaknya melalui empat tahap seleksi, yaitu administrasi (berkas), tes akademik, psikotes dan Alquran, dan Survey faktual," tulis Baznas.

Seluruh tahapan seleksi hingga penerimaan siswa tidak dipungut biaya. Setiap siswa SCB mendapatkan fasilitias secara gratis selama tiga tahun menempuh pendidikan, berupa seragam sekolah, buku pelajaran, biaya hidup dan pengembangan diri.

Berbeda dengan angkatan pertama, seleksi siswa pada tahun kedua ini melibatkan seluruh Baznas provinsi di Indonesia. Seleksi siswa angkatan pertama dilakukan oleh tim Baznas Pusat, dan hampir seluruh siswa berasal dari Pulau Jawa.

Namun, pada angkatan kedua ini, seleksi siswa pada tahap administrasi (pemberkasan) hingga tes akademik dilakukan oleh Baznas Provinsi. Hal ini ditujukan selain membangun sinergi antara Baznas Pusat dan Provinsi, juga diharapkan adanya pemerataan dan ketepatan penerima program kepada yang betul-betul berhak mendapatkan.

Siswa yang dinyatakan lolos tahap tes akademik, akan mengikuti tes psikologi yang dilakukan oleh Baznas Pusat, dan dilanjutkan survey faktual ke tempat tinggal peserta. Jumlah siswa yang akan diterima pada angkatan kedua ini berjumlah 64 siswa (32 Putra, 32 putri) yang dibagi ke dalam dua rombongan belajar. Pendaftaran siswa SCB dibuka mulai 1-26 Januari 2018 secara online pada aplikasi yang telah disediakan panitia.

"Seluruh siswa yang diterima akan diumumkan pada tanggal 2 Mei 2018 bertepatan dengan momentum hari pendidikan nasional," ujarnya.

SCB berlokasi di Kampung Cirangkong Desa Cemplang,  Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor, Jawa Barat. SCB didirikan atas kerja sama dari tiga pihak, yaitu yayasan Siti Hajar Suja'i sebagai pemberi tanah wakaf, Qatar Charity yang memberikan hibah pembangunan gedung, serta Baznas sebagai pengelola dan menjamin opersional harian melalui dana zakat, infak dan sedekah.