Selasa , 21 March 2017, 09:41 WIB

PKPU Human Initiative Bantu Kelaparan di Somalia

Red: Dwi Murdaningsih
pkpu
PKPU Human Initiative membantu musibah kelaparan yang terjadi di Somalia.
PKPU Human Initiative membantu musibah kelaparan yang terjadi di Somalia.

REPUBLIKA.CO.ID, SOMALIA -- Bencana kekeringan dan ancaman kelaparan parah melanda wilayah tanduk Afrika yang terdiri dari negara-negara seperti Sudan, Sudan Selatan, Kenya, Somalia, Ethiopia. Lembaga Kemanusiaan PKPU Human Initiative turut memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat setempat. PKPU Human Initiative berkoordinasi dan diskusi dengan Kedutaan Besar Repulik Indonesia di Nairobi untuk menyalurkan bantuan tahap pertama di Somalia.

PKPU juga melakukan penilaian kebutuhan (need assesment) untuk bantuan awal dengan mitra lokal internasional di Mogadishu dan menetapkan bantuan darurat tahap pertama meliputi pangan, penyediaan air dan pelayanan kesehatan. Respons darurat akan dilaksanakan dalam beberapa tahap.

"Bantuan tahap awal akan dilaksanakan dalam jangka waktu 3-10 hari sebagai berikut penyaluran bantuan paket makanan untuk 2100 orang, distiribusi air minum untuk 50 ribu orang," kata Agung Notowiguno selaku Presiden Direktur PKPU Human Initiative, Senin (20/3)

Nantinya akan ada juga pelayanan kesehatan keliling untuk 1000 orang, pembuatan Sumur baru yang akan melayani masing-masing 50 keluarga setiap titik. "Catatan PKPU, warga yang menjadi korban membutuhkan bantuan pangan darurat untuk mengurangi dampak krisis kelaparan dan kekurangan gizi," katanya.

Distribusi air minum untuk pusat-pusat penampungan pengungsi dan wilayah pedesaan yang terpencil dan bantuan penyediaan air untuk penduduk, pengungsi dan ternak disamping indusri rumahan dan kebun keluarga. Kemudian makanan tambahan untuk bayi dan anak khususnya usia dibawah 5 tahun, pelayanan kesehatan, tempat perlindungan dan penampungan dan sanitasi dan perlengkapan keluarga.

Sejak akhir tahun 2016 telah terjadi kekeringan yang berkepanjangan dan konflik sosial di beberapa negara afrika diantaranya Somalia, Kenya, Sudan Selatan dan Yaman menyebabkan jutaan orang dalam ancaman kelaparan. Sebanyak 6,35 juta orang di Somalia dan 9,1 juta orang di Ethiopia mengalami krisis pangan akibat kekeringan. Sekitar 2,7 juta orang di Kenya membutuhkan bantuan kemanusiaan dan wabah kolera melanda bagian selatan Somalia mengakibatkan 110 orang meninggal hanya dalam 48 jam

Kekeringan juga menyebabkan 550 ribu anak dibawah umur mengalami kekurangan gizi akut dan beberapa sungai besar di Somalia kering menimbulkan kematian ternak dan pengungsian. Kondisi ini juga diperburuk oleh konflik bersenjata yang terus berlanjut di wilayah Sudan Selatan, Somalia, perbatasan Kenya. Konflik bersenjata telah melemahkan kemampuan pemerintah setempat dalam merespos krisis ini.

Pemerintah Kenya telah menyatakan situasi ini sebagai bencana nasional dan telah meminta bantuan Internasional. Proses penyebaran wabah ini sangat cepat akibat kekeringan, kekurangan pangan dan gizi buruk akut yang telah terjadi diawal tahun 2017. Dampak kekeringan yang melanda Ethiopia juga mengakibatkan 5,7 juta orang membutuhkan bantuan pangan, 9,1 juta orang krisis air dan 2,7 juta anak usia 5 tahun kekurangan asupan makanan.

Di Kenya sekitar 2,7 juta orang dilaporkan membutuhkan bantuan kemanusiaan. Disamping itu pemerintah Somalia mengumumkan bahwa wabah kolera yang melanda wilayah bagian selatan dalam 2 hari saja merenggut korban 110 orang.Beberapa Sungai besar yang melintas dan menjadi sumber air mengalami kekeringan.
Kondisi ini diyakini lebih buruk dibandingkan kekeringan yang serupa terjadi pada tahun 2011.

Akibatnya banyak ternak mati dan penduduk desa mengungsi mencari sumber air atau bergerak mengungsi ke kota-kota terdekat termasuk Mogadishu. Pusat-pusat penampungan di kota Mogadishu mengalami kenaikan jumlah pengungsi dalam 3 bulan terakhir.