Ahad , 26 November 2017, 16:36 WIB
Donasi SPM ke Posko Pengungsian Palestina

Melly Goeslaw: Warga Palestina Sengsara di Negeri Sendiri

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agus Yulianto
city-journal.org
Pengungsi Palestina menyusul Perang Arab-Israel 1948
Pengungsi Palestina menyusul Perang Arab-Israel 1948

REPUBLIKA.CO.ID, Sebagai negara dengan pendududk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia tentu memiliki kontribusi besar dalam membantu negara sesama Muslim yang mengalami keadaaan yang memprihatinkan, termasuk Palestina. Beberapa tahun belakangan, Indonesia fokus melakukan gerakan untuk membantu saudara-saudara sesama Muslim yang kurang beruntung di Palestina.

Kondisi Palestina yang hingga kini masih memprihatinkan, mengingat dentuman bom dan nuklir yang menghantam dataran Palestina tanpa kenal ampun. Tak terhitung sudah jumlah orang dewasa, perempuan hamil, hingga anak balita yang tewas akibat serangan biadab Israel. Bukan hanya harta dan nyawa yang hilang, tapi juga psikologis yang rapuh dan trauma mendalam yang tertinggal bagi mereka yang selamat dari dentuman bom.

Banyak warga Palestina yang diungsikan di negara-negara tetangga seperti Iran, Libanon dan Suriah untuk mengembalikan kondisi psikologis mereka. Meskipun banyak diantara mereka yang memilih menetap dengan harapan dapat menemukan jenazah keluarga mereka yang tertimbun puing-puing bangunan.

Keprihatinan serta rasa empati warga Indonesia sebagai saurada sesama Muslim ditampung oleh banyak asosiasi dan kelompok-kelompok penggiat sosial. Aliran donasi, bantuan berupa makanan, pakaian, hingga obat-obatan juga dikumpulkan utuk selanjutnya disalurkan kepada tangan-tangan kecil warga Palestina yang menanti uluran kasih.

Giat sosial untuk Palestina pada satu waktu saja, tapi juga berlanjut hingga sekarang. Sahabat Palestina Memanggil (SPM) salah satunya. Asosiasi yang dipimpin oleh Salim Assoba ini, terus berkontribusi dengan mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari tangan-tangan dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu sesama.

Menurut Direktur Utama SPM, Salim Assoba, kegiatan sosial yang telah tergerak sejak pertengahan tahun ini, tepatnya 31 Mei 2017, SPM berhasil mengumpulkan sekitar Rp 5 miliar bagi warga Palestina. Donasi yang berupa uang, obat-obatan dan bahan makanan itu, kata Salim akan diberikan kepada warga Palestina yang saat ini tengah mengungsi di Iran, Libanon dan Suriah.

"Kita telah siapkan 15 orang yang akan langsung memberikan donasi (ke Iran, Libanon, dan Suriah)," kata Salim saat memberikan keterangan kepada awak media di acara Peringatan Palestine Solidarity Day 2017, Depok, Ahad (26/11).

Di antara 15 orang tersebut, turut bergabung pula penyanyi kondang seperti Melly Goeslaw dan Opick yang akan mewakili SPM menyalurkan bantuan dari Indonesia untuk Palestina. Rombongan ini, lanjut Salim, rencananya akan berangkat pada 13 Desember 2017 nanti, dan menghabiskan waktu sekitar 13 hari untuk menemui para pengungsi Palestina yang tersebar di Iran, Libanon dan Suriah.

"Pertama mereka akan ke Iran dulu, karena di sana pengungsinya paling banyak, mungkin di Iran bisa sekitar sembilan hari," kata dia.

Terkait donasi yang telah terkumpul, Salim mengatakan, sangat bersyukur dengan apresiasi dan empati dari masyarakat Indonesia yang mau menyisihkan sedikit kekayaannya untuk membantu saudara sesama muslim yang kurang beruntung. Dia juga berharap, dengan diadakannya acara ini, sisi kemanusiaan masyrakat Indonesia akan lebih terbangun sehingga citra Indonesia sebagai negara yang memiliki solidaritas tinggi dapat lebih terbentuk.

"Kami sangat senang, karena tidak mengalami banyak kesulitan saat proses pengumpulan dana berlangsung. Kami juga ucakan banyak terima kasih, semoga segala keikhlasan dan kepedulian para donatur dapat digantikan berjuta kali lipat oleh Allah SWT," kata Salim.


Berita Terkait