Kamis , 04 May 2017, 10:12 WIB

Peggy Melati Sukma Belajar Berserah Diri dari Palestina

Rep: Gita Amanda/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Musiron
 Peggy Melati Sukma
Peggy Melati Sukma

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdakwah di Palestina membawa pengalaman batin tersendiri bagi Peggy Melati Sukma. Menurutnya Palestina merupakan negara yang sangat isrimewa untuk didatangi dibanding negara-negara lain.

"Ke negara-negara lain itu normal-normal saja tapi ke sini (Palestina) sangat istimewa," ujarnya saat konferensi pers peluncuran tiga buku terbarunya di Islamic Books Fair, Rabu (3/5).

Banyak hal-hal yang di era milenium ini menurut Peggy tak bisa dibayangkan masih terjadi di Palestina. Pembantaian oleh militer Israel, bahkan pada anak-anak dan perempuan di Palestina. Tapi kenapa menurutnya banyak pihak seperti tak bisa berbuat apapun menghadapi ini.

Tapi Peggy juga menyadari bahwa ini semua ketentuan Allah. Ini menjadi perenungan batin baginya, untuk terus berserah diri sama Allah dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, menyerah harusnya hanya kepada Allah.

Salah satu yang tak terlupakan saat ia harus melewati check point Israel. Itu pengalaman yang menegangkan baginya saat dipisahkan dengan orang lain untuk pemeriksaan. Tapi sekali lagi Peggy mengatakan selalu mencoba berserah diri pada Allah sehingga ia kerap dimudahkan dalam berdakwah di Palestina.

"Pernah satu ketika saya ada di Yerusalem dan orang datang menghampiri saya dan bilang dalam bahasa Arab dia bilang 'ada cahaya di atas kepala kamu', itu pengalaman batin buat saya," ujarnya. 

Pengalaman-pengalaman Peggy dalam berdakwah dan hijrah dituangkan dalam buku berjudul" Ya Rabbanna, Aku Ingin Pulang" Rp 69 ribu, "Kun Fayakun! Menembus Palestina" Rp 79 ribu dan "Kuketuk Langit dari Kota Judi: Menjejak Amerika". Hasil penjualan buku-buku tersebut menurut Peggy akan disalurkan untuk program-program dakwah dan kemanusiaannya seperti pembangunan sekolah di Palestina.

Buku-bukunya ini menurut Peggy mengandung pesan perjalanan dalam hidup untuk terus menghamba pada Allah. Menurutnya buku ini menegaskan bahwa semua yang terjadi pada diri setiap manusia itu 'suka-suka' Allah dan sebagai manusia harus berserah pada ketentuan-Nya.