Jumat , 13 October 2017, 13:44 WIB

Jejak Terbaru Islam di Kosovo

Red: Muhammad Subarkah
http://www.michaeltotten.com
Salah satu sudut Kota Prizren, Kosovo.
Salah satu sudut Kota Prizren, Kosovo.

REPUBLIKA.CO.ID, Seiring runtuhnya Yugoslavia,  kebangkitan agama mulai terlihat di Kosovo. Orang-orang menjadi lebih religius daripada yang disaksikan dalam kurun waktu 60 atau 70 tahun terakhir.

Setelah perang 1999, terdapat 200 masjid di Kosovo. Dan, saat ini diperkirakan telah ada lebih dari 800. Sebuah masjid baru dibangun setiap bulan.

Ini menandakan adanya kebangkitan agama di Kosovo. Khususnya untuk mempraktikkan nilai-nilai Islam. Semakin banyak pemuda yang mengunjungi masjid.

Di jalan-jalan Pristina (ibu kota Kosovo), semakin banyak perempuan mengenakan jilbab. Puluhan toko yang menjual busana Muslim pun semakin bermunculan. Bukan hanya menjual busana Muslim, toko-toko yang menjual Alquran serta buku-buku Islam juga mudah ditemui.

Salah satu partai yang memperjuangkan hak-hak Islam di Kosovo, yaitu Partai Keadilan. Dalam program partainya berkomitmen memperjuangkan nilai-nilai tradisional Islam. Pada 2010 partai mengusulkan agar agama Islam diajarkan di sekolah-sekolah negeri untuk anak-anak Muslim. Namun, ide ini ditolak oleh Majelis Kosovo.

Salah seorang peneliti dari Balkan Policy Research Group Naim Rashiti mengatakan, semakin banyaknya warga Kosovo yang mempraktikkan ajaran-ajaran Islam konservatif karena eksistensi lembaga-lembaga Islam yang lemah di Kosovo.

Menurutnya,  badan amal Islam telah mencoba mengisi kekosongan di masyarakat yang diabaikan oleh pemerintah. Bagi banyak Muslim Kosova, Islam telah mengisi kesenjangan identitas dan menawarkan nilai-nilai yang jelas.

Komunitas Islam Kosovo adalah sebuah lembaga independen yang mengawasi urusan Islam di negara tersebut yang dipimpin oleh seorang mufti.

Lembaga ini telah berusaha menjaga kontrol ketat atas kegiatan Islam yang ada di Kosovo. Tetapi, lembaga telah dituduh lalai oleh para kritikus terkait  pendaftaran masjid resmi. Akibatnya sekolah-sekolah agama yang tidak terdaftar dan masjid informal berkembang di seluruh negeri.