Jumat 15 Sep 2017 15:00 WIB

Mengingat Kematian

Mengaji (ilustrasi).
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Mengaji (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, HONGKONG -- Sekitar pukul 16.00 WHK sepulang dari Majelis Taklim IKJHI di Victoria Park, Hongkong, saya menuju Mushola NU di Causeway Bay. Bersama para jamaah yang juga akan ke sana untuk menghadiri acara haulan salah seorang jamaah.

Sesampainya di Mushala NU, ternyata acara sudah dimulai dan para  jamaah sedang membaca Yasin yang dilanjutkan dengan Tahlil dan doa, yang dipimpin oleh Ustazah Linda Arifin Ilham. Setelah acara haulan ditutup, saya diminta untuk memberikan taushiyah tentang kematian. saya pun menyitir hadis dari Sayyiduna Rasulullah SAW.

Ibnu Majah meriwayatkan dalam hadits berderajat hasan. Hadits ini dari Ibnu Umar, bahwa ada seorang Anshar yang menghadap Rasulullah saat Ibnu Umar duduk bersama beliau.

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

“Wahai Rasulullah, orang mukmin manakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah).

Di alam rahim, seorang bayi dikandung ibunya selama kurang lebih sembilan bulan. Di alam dunia, manusia hidup lebih lama dari di alam rahim.

Allah telah menakdirkan bahwa umur umat ini tidak sepanjang umur umat terdahulu. Yang demikian mengandung hikmah yang terkadang tidak diketahui oleh hamba. Nabi n bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.” (Dihasankan sanadnya oleh Ibnu Hajar t dalam Fathul Bari, 11/240). Maksud dari hadits ini adalah bahwa keumuman ajal umat ini antara umur 60 hingga 70 tahun, dengan bukti keadaan yang bisa disaksikan.

Kesimpulannya adalah, jika perbandingan masa antara di alam rahim dengan di alam dunia adalah satu berbanding tujuh puluh, maka masa di alam barzakh setelah kematian bisa mencapai empat ribu tahun. Sungguh sangat diperlukan pahala dari berbagai amal shalih untuk membekali diri selama masa penantian tibanya hari Kiamat. Masyaallah.

Oleh: H. Muhammad Halabi, S. Ag, Da’i Ambassador of  TIDIM LDNU

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement