Selasa , 18 July 2017, 05:01 WIB

Aa Gym Harap Pemerintah Banyak Komunikasi dengan Masyarakat

Rep: Muhyiddin/ Red: Dwi Murdaningsih
dok.Istimewa
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akhir-akhir ini banyak kebijakan pemerintah yang menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Tak lama setelah ramainya penerbitan Perppu tentang ormas, pemerintah kembali membuat langkah kontoversi dengan memblokir media sosial Telegram.

Menanggapi hal itu, Pemimpin pondok pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym mengatakan bahwa sebenarnya dirinya berharap jika pemerintah memperbanyak komunikasi dengan masyarakat, sehingga tidak muncul rasa saling curiga.

"Saya itu lebih menyukai kalau pemerjntah dengan masyarakat lebih banyak komunikasi, sehingga bisa cair. Tidak dengan banyak kecurigaan," ujarnya saat ditanya Republika.co.id usai mengisi ceramah dalam acara Halal Bi Halal yang digelar Jakarta Islamic School (JISC), Komplek Kodam Jatiwaringin, Jakarta Timur, Senin (17/6).

Menurut Aa Gym, sebagai anak bangsa sebenarnya masyarakat Indonesia sama-sama menginginkan yang terbaik untuk membangun negeri ini. Walaupun, kata dia, terdapat perbendaan pendapat untuk mencapai tujuan rersebut.

"Percayalah, kita tu anak bangsa juga ingin sama-sama membangun negeri ini walaupun mungkin berbeda pendepat. Kata kuncinya adalah berbaik sangka dan komunikasi yang lebih pakai hati," ucapnya.

Aa Gym percaya bahwa jika pemerintah dan masyarakat berkomunikasi dengan menggunakan hati, maka akan dapat menyelesaikan berbagai macam masalah di negeri ini.

"Saya percaya sekali akan lebih banyak menyelesaikan masalah daripada ngadu kekuatan yang ujungnya jadi kerusakan bagi semua pihak," kata Aa Gym.