Senin , 20 Maret 2017, 22:15 WIB

Bertemu Pemuda Islam, Jimly: Soal Ekonomi Kita Minoritas

Red: Nasih Nasrullah
dok istimewa
Ketua Presidium ICMI Jimly Asshidiqie bertemu dengan Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) di Jakarta, Senin (20/30)
Ketua Presidium ICMI Jimly Asshidiqie bertemu dengan Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) di Jakarta, Senin (20/30)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Keberadaan pengusaha Muslim di Indonesia saat ini semakin minoritas. Terungkap bahwa dari 50 orang terkaya di Indonesia hanya terdapat lima pengusaha Muslim.

Hal ini diungkapkan Ketua Presidium Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqie saat menerima kunjungan Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (20/3) dalam keterengan persnya yang diterima Republika.co.id.  

"Dari perspektif penduduk kita mayoritas Muslim, tapi perspektif ekonomi kita yang Muslim justru minoritas," katanya

Jimly mengatakan, saat ini yang berkuasa di Indonesia adalah para pengusaha dan pemilik modal. Mereka yang mengatur politik dan kepentingan publik di Indonesia. 

Para pengusaha dan bandar ini bahkan berani membiayai para politikus dan calon penjabat di daerah untuk menyedot potensi alam jika berhasil memenangkan pemilihan kepala daerah.

Menurut Jimly, yang berkuasa sebenarnya konglomerat. Karena biaya poltik mahal, para konglongmerat biayai siapa saja yang mau berkuasa. 

“Puncaknya demokrasi dikalahkan pengusaha saat Donald Trump berkuasa. Di Amerika sudah terjadi. D Indonesia juga terjadi," katanya.

Dari sinilah, Jimly memandang pengusaha Muslim harus mengambil alih kekuasaan dari tangan-tangan jahat. 

“Sudah saatnya pengusaha Muslim mengalihkan kekuasaan ke arah yang lebih positif,”  tuturnya. 

Oleh karena itu dia berpesan kepada pemuda SKPI agar menggerakan dunia ekonomi. Dia mensinyalir pemuda Muslim sudah lupa akan dunia ekonomi. 

"Pemuda Muslim jangan cuma ngaji. Jadi gerakan bidang ekonomi. Masih banyak yang belum dikerjakan," imbuhnya.

Anggota Majelis Ringgi SKPI Farhan Hasan mengatakan, SKPI didirikan atas keprihatinannya terhadap pemuda Muslim yang tidak lagi bangga terhadap identitasnya. 

"Dalam organisasi ini kita ingin menunjukan kebanggaan pemuda Muslim terhadap agamanya," katanya. 

SKPI, kata dia, ingin meminta nasihat dari para ulama dan cendekiawan Muslim agar gerakan ini bisa menjadi motor penggerak kebanggaan pemuda Muslim.

Wakil Ketua Umum SKPI Vasco Ruseimy mengatakan, SKPI akan membangkitkan kesadaran dan ghirah para pemuda terhadap Islam. Dirinya khawatir saat ini pemuda Muslim sudah tergerus dengan budaya kekinian.

Sekretaris Jenderal SKPI Fauzan Rachmansyah menambahkan SKPI akan mengadakan roadshow ke beberapa ulama dan tokoh bangsa untuk meminta nasihat dan menuntut ilmu. 

"Ini momentum transformasi pemuda dalam gerakan taubat nasional, untuk menciptakan generasi yang beriman dan memberikan keadilan di masyarakat," katanya.

 

 

Berita Terkait