Rabu 05 Aug 2015 15:13 WIB
Muktamar Muhammadiyah

Muhammadiyah Yakin Tetap Netral tapi Bukan Pasif

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Agung Sasongko
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Tadjid Yunahar Ilyas (kanan).
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Tadjid Yunahar Ilyas (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muhammadiyah secara organisasi cenderung bersikap netral hingga saat ini, Rabu (5/8). Ketua PP Muhammadiyah Prof Yunahar Ilyas mengatakan, Muhammadiyah tidak mendukung partai politik. Tetapi pihaknya tetap menjaga kedekatan dengan mereka.

"Muhammadiyah memberikan kebebasan terhadap anggotanya untuk menyalurkan aspirasi pada parpol yang mereka sukai,"ujar dia pada ROL, Rabu (4/8). Terkait pendirian parpol Yunahar menilai tidaklah mudah.

Butuh biaya besar melebihi pembiayaan ormas. Jika memilih salah satu partai dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan. Karena hingga saat ini banyak anggota Muhamamdiyah yang aktif di berbagai macam partai. Lebih jauh bisa saja akan menimbulkan konflik sesama anggotanya.

Muhammadiyah yakin tetap netral tapi bukan pasif. Muhammadiyah selalu menyiapkan kader di universitas Muhamamdiyah.

Mereka dilatih untuk menjadi calon politikus. Bahkan jika dibutuhkan Muhamamdiyah juga akan membantu finansial mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement