Rabu 28 Mar 2018 09:32 WIB

Uni Eropa Nilai Muslim Bagian Penting Masa Depan Eropa

Uni Eropa ingin merangkul keterlibatan komunitas Muslim di Eropa.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ani Nursalikah
Muslim Tatar di Eropa.
Foto: Reuters
Muslim Tatar di Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Wakil Presiden Komisi Pertama Eropa Frans Timmermans berencana menggelar diskusi dengan 10 imam dan ulama Eropa, Rabu (28/3). Uni Eropa ingin merangkul keterlibatan komunitas Muslim di Eropa.

Dilansir di Kuwait News Agency pada Selasa (27/3), Komisi Eropa mengundang para imam dan akademisi Muslim dari enam negara anggota UE (Belgia, Bulgaria, Jerman, Prancis, Italia dan Belanda) yang mewakili berbagai sekte.

"Komunitas Muslim, dalam semua keragamannya, memiliki peran penting di masa depan Eropa," kata Timmermans. Ia meyakini Muslim akan menemukan teman loyal di Komisi Eropa untuk mendukung haknya beribadah dengan damai.

Badan eksekutif Uni Eropa mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan organisasi-organisasi keagamaan dan non-konfesi. Tujuannya sebagai bagian dialog reguler dengan gereja-gereja, agama-agama, dan organisasi-organisasi filosofis yang diramalkan Perjanjian Lisbon Uni Eropa.

Pada September 2017, Timmerman bersama dengan Wakil Presiden Parlemen Eropa Mairead McGuiness menyelenggarakan seminar yang dihadiri mahasiswa Muslim dari seluruh Eropa. Pertemuan pada Rabu (28/3), merupakan forum diskusi memperdalam komunikasi yang selama ini dibutuhkan, serta membawa suara dan perspektif baru.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement