REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat kualitas petugas haji melalui proses seleksi terukur bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta pembekalan selama satu bulan di asrama haji guna mempersiapkan pelayanan terbaik bagi jamaah.
“Petugas haji, insya Allah tahun ini kita seleksinya bekerja sama dengan BKN, Badan Kepegawaian Negara, dan insya Allah semuanya sangat terukur dan teratur,” kata Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat (9/10/2026).
Gus Irfan mengatakan keterlibatan BKN dalam proses seleksi diharapkan dapat mengurangi kerancuan dalam perekrutan petugas haji.
Menurutnya, proses seleksi yang terukur menjadi bagian dari upaya menyiapkan petugas yang mampu menjalankan tugas pelayanan kepada jamaah haji secara optimal.
Selain seleksi, Gus Irfan menyampaikan pemerintah menyiapkan pembekalan bagi petugas terpilih melalui program pengasramaan selama satu bulan di asrama haji sebelum bertugas.
Dia mengatakan pola persiapan tersebut telah diterapkan pada tahun sebelumnya dan mendapat apresiasi dari jamaah atas kinerja petugas haji.
“Kami siapkan seperti tahun lalu, satu bulan kami asramakan di asrama haji untuk persiapannya,” ujar Gus Irfan.
View this post on Instagram