REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman mengatakan pada Senin (5/10/2026), bahwa Aliansi Pertahanan Makkab menyepakati pengaktifan langkah-langkah pencegahan kolektif. Hal ini sebagai respons terhadap serangkaian serangan terbaru yang menyasar Arab Saudi.
“Pertemuan Darurat Komite Politik dan Pertahanan Strategis di bawah Aliansi Makkah untuk Pertahanan kembali menegaskan solidaritas dan persatuan negara-negara kami dalam menghadapi serangan keji terhadap Kerajaan dan situs-situs suci,” kata Pangeran Khalid melalui akun X.
“Komite menyepakati pengaktifan langkah-langkah pencegahan kolektif dalam kerangka Aliansi sebagai respons terhadap serangan tersebut dan seluruh pihak yang bertanggung jawab atasnya,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan darurat Komite Politik dan Pertahanan Strategis Aliansi Makkah di Riyadh. Pertemuan itu mempertemukan tiga negara anggota, yakni Arab Saudi, Pakistan, dan Türkiye.
Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan mengatakan seusai pertemuan bahwa ketiga negara membahas bentuk dukungan yang dapat diberikan untuk memperkuat pertahanan Arab Saudi.
“Kami membahas secara rinci dukungan seperti apa yang dapat diberikan untuk pertahanan Arab Saudi. Di sisi lain, kami juga membahas apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai dan melalui dialog,” ujar Fidan.
Menurut Fidan, Arab Saudi telah mengambil “pendekatan yang sangat konstruktif”, sementara Türkiye menyampaikan pandangannya dalam pembahasan tersebut.
Fidan juga mengatakan bahwa proses pembentukan struktur kelembagaan aliansi telah memasuki tahap akhir. Pertemuan tersebut membahas struktur sekretariat, serta berbagai aspek militer, operasional, dan teknis.
Dalam pertemuan itu, komite menunjuk Letnan Jenderal (Purn) Nauman Mahmood dari Pakistan sebagai sekretaris jenderal pertama Aliansi Makkah untuk masa jabatan tiga tahun.
Sumber: