REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (Persis) kembali menggelar agenda strategis Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas). Dalam forum yang mempertemukan para kader pemuda dari berbagai wilayah ini, gagasan mengenai arah gerak kebangkitan umat menjadi sorotan utama.
Wakil Ketua Umum PP Pemuda Persis Edwin Khadafi mengatakan proyek besar kebangkitan Islam tidak bisa dilepaskan dari dua fondasi dasar.
"Membangun peradaban dimulakan dari keluarga dan masjid sebagai simpul peradabannya," kata Edwin di hadapan para peserta Muskernas, dalam keterangan yang diterima, Selasa (15/9/2026).
Pernyataan Wakil Ketua Umum PP Pemuda Persis ini menjadi refleksi kritis bagi arah gerak organisasi ke depan. Menurut Edwin, keluarga merupakan institusi terkecil sekaligus madrasah pertama bagi generasi penerus. Ketangguhan akidah, moral, dan karakter kepemimpinan seorang pemuda sangat bergantung pada bagaimana nilai-nilai Islam ditanamkan sejak dini di dalam rumah. Tanpa ketahanan keluarga, wacana tentang peradaban besar hanya akan menjadi angan-angan.
Selain keluarga, Edwin juga menempatkan masjid sebagai episentrum atau simpul peradaban. Ia mengajak para kader Pemuda Persis untuk mengembalikan fungsi masjid yang tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual (mahdah), melainkan sebagai pusat pendidikan, pergerakan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat—sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW saat pertama kali membangun masyarakat Madinah.
Agenda Muskernas Pemuda Persis ini sendiri digelar untuk merancang program kerja dan merumuskan langkah-langkah strategis Pemuda Persis masa Jihad 2026-2031. Isu-isu keumatan, tantangan digitalisasi, hingga kemandirian ekonomi pemuda menjadi bagian dari pokok bahasan.
Dengan penyampaian gagasan tersebut, diharapkan hasil dari Muskernas ini dapat melahirkan program-program konkret yang langsung menyentuh penguatan keluarga-keluarga Muslim dan menjadikan masjid-masjid di lingkungan jamaah Persis sebagai basis utama pembinaan generasi muda.