REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masjid memiliki peran yang lebih luas di tengah kehidupan masyarakat perkotaan, mulai dari ruang ibadah, pembelajaran, hingga tempat membangun hubungan sosial. Peran tersebut terlihat di Masjid Al-Karomah, Cilincing, Jakarta Utara, yang menjadi ruang pertemuan warga dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
Kumpulan Dai Muda Indonesia (Kudama) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Program Bimbingan Keislaman bertajuk “Dermaga Kehidupan 1448 H” di masjid tersebut pada Ahad (27/9/2026). Kegiatan itu diikuti warga dari berbagai kelompok usia.
Ibu-ibu pengajian, bapak-bapak, hingga anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan tausiah, sesi interaktif, kuis, dan dongeng. Format tersebut membuat peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga berinteraksi dengan warga lain dalam suasana yang lebih cair.
Wakil Camat Cilincing Agung Tjahjo Kuntodi mengatakan, kegiatan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan penguatan keagamaan, tetapi juga membangun kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Wahyu.
Ketua Kudama M Ali Mahfudz mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dakwah yang sekaligus diarahkan pada pemberdayaan umat. Menurut dia, dakwah tidak cukup hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi perlu hadir dan memberikan manfaat secara langsung.
“Bagi Kudama, dakwah tidak cukup hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Dakwah juga harus hadir, menyapa, mendampingi dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,” kata Ali.
Materi tausiah yang disampaikan para dai Kudama mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Panitia juga menghadirkan dongeng jenaka oleh Mr. Lee dan Uno untuk memberikan ruang bagi anak-anak mengikuti kegiatan bersama warga lainnya.
Wakil Baznas M Reno Fathur Rahman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menggabungkan dakwah dengan kepedulian sosial.
“Alhamdulillah, kerja sama Baznas dengan Kudama berjalan dengan baik dan lancar. Kami melihat kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang besar karena dakwah dan kepedulian sosial dapat berjalan secara bersamaan,” ujar Reno.
Dukungan sosial juga diberikan kepada peserta menjelang kegiatan berakhir. Sebanyak 40 peserta menerima bingkisan sembako yang disediakan melalui dukungan Baznas, sebelum kegiatan ditutup dengan makan malam bersama.
Salah seorang peserta mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda karena menggabungkan pengajian dengan hiburan dan interaksi warga.
“Kami senang sekali ada kegiatan seperti ini di lingkungan kami. Selain mendapatkan ilmu agama, acaranya juga menyenangkan karena ada dongeng, kuis dan bisa berkumpul bersama warga. Bantuan sembako ini juga sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan fungsi masjid sebagai ruang sosial yang dapat mempertemukan unsur keagamaan dengan pembinaan dan kepedulian terhadap warga. Bagi masyarakat, keberadaan ruang seperti ini dapat memperluas fungsi masjid dari tempat ibadah menjadi tempat belajar, bersilaturahmi, dan mendapatkan dukungan sosial.