Senin 05 Oct 2026 12:05 WIB

Kepedulian terhadap Palestina Bisa Dimulai dari Keluarga

Nilai kepedulian sosial ditanamkan mulai dari lingkungan terdekat.

Jamaah mengikuti kajian bersama Mamah Dedeh yang mengangkat keluarga dan kepedulian terhadap Palestina, di Jakarta.
Foto: Istimewa
Jamaah mengikuti kajian bersama Mamah Dedeh yang mengangkat keluarga dan kepedulian terhadap Palestina, di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepedulian terhadap masyarakat Palestina dapat ditumbuhkan melalui kebiasaan saling membantu di lingkungan keluarga. Nilai kasih sayang dan tanggung jawab yang dipelajari di rumah menjadi dasar untuk merespons kesulitan orang lain, termasuk persoalan kemanusiaan di luar lingkungan terdekat.

Kepala Hubungan Masyarakat MyFundAction Shinto Fitrio mengatakan, penguatan keluarga dapat membantu menumbuhkan kepedulian sosial. Pandangan tersebut disampaikan dalam kajian bersama Mamah Dedeh di Masjid At-Taqwa Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga

“Kajian ini mengingatkan kita bahwa kepedulian dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga. Bila nilai tersebut tumbuh dengan baik, kepedulian dapat dibawa untuk merespons kebutuhan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” kata Shinto dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Dalam tausiyahnya, Mamah Dedeh menekankan pentingnya kasih sayang, amanah, dan tanggung jawab dalam kehidupan pernikahan. Menurut dia, nilai-nilai tersebut perlu dijaga dalam hubungan antaranggota keluarga.

“Ingat ya, tujuan pernikahan itu adalah untuk menumbuhkan rasa cinta, mawaddah, amanah, dan rahmah,” ujar Mamah Dedeh. Pesan mengenai kehidupan keluarga itu kemudian dikaitkan dengan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.

MyFundAction mengajak jamaah memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina sesuai kemampuan masing-masing. Shinto mengatakan, dukungan tersebut merupakan salah satu cara menerapkan nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin pesan tentang iman dan kepedulian dalam kajian ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan untuk Palestina menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan jamaah sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Kajian tersebut diikuti jamaah dari berbagai wilayah Jabodetabek, termasuk sejumlah majelis taklim kaum ibu. Materinya menghubungkan penguatan iman dan hubungan keluarga dengan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

Berita Lainnya

Rekomendasi