Selasa 15 Sep 2026 06:40 WIB

Dahnil Temukan 400 Ribu Data Antrean Haji yang tidak Valid

Pemutakhiran data akan memperpendek antrean jamaah haji.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak berpose saat diwawancarai Republika di kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak berpose saat diwawancarai Republika di kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan terdapat sekitar 400 ribu data invalid dari total 5,7 juta data antrean haji yang saat ini sedang dilakukan pemutakhiran.

“Jadi ada temuan data invalid dari 5,7 juta antrean itu, ada 400 ribuan yang invalid, artinya akan berkurang dan akan mengurangi antrean," kata Dahnil di Jakarta, Senin(14/9/2026).

Baca Juga

Ia mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah masih melakukan pendataan secara lebih rinci terhadap data tersebut. Dengan adanya pemutakhiran itu, masa tunggu haji yang secara administratif saat ini rata-rata tercatat 26 tahun berpotensi menjadi lebih pendek secara faktual.

“Dan kemungkinan secara faktual jamaah yang antre bisa lebih pendek, rata-rata bisa 14-15 tahun,” ujar dia.

Ia menjelaskan, sebelum terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah, masa tunggu haji secara nasional disebut mencapai rata-rata 49 tahun.

photo
Seorang jamaah haji berada di dalam aula setibanya di Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, Jambi, Selasa (16/6/2026). Sebanyak 445 jamaah haji asal Kota Jambi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13 telah tiba di Jambi. - (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Haji dan Umrah kemudian melakukan berbagai upaya perbaikan data dan tata kelola untuk memangkas masa tunggu tersebut.

Hasil perbaikan awal menunjukkan masa tunggu secara administratif telah turun menjadi rata-rata 26 tahun.“Jadi dari 49 tahun, perintah Presiden diperpendek, kami perpendek jadi 26 tahun, dan sekarang Insya Allah secara faktual itu rata-rata 14-15 tahun,” kata Dahnil.

 

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi