Ahad 30 Aug 2026 21:24 WIB

Muktamar NU Memanas Panglima Banser Ambil Alih Pengamanan

Banser mengancam tindakan tegas pagi pengacau muktamar.

Rep: Muhyiddin/ Red: Fitriyan Zamzami
Simpatisan salah satu calon Ketua Umum PBNU saling dorong dengan petugas keamanan saat menggelar aksi demonstrasi di pintu akses Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Simpatisan salah satu calon Ketua Umum PBNU saling dorong dengan petugas keamanan saat menggelar aksi demonstrasi di pintu akses Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor sekaligus Panglima Tertinggi Banser, Addin Jauharudin mengambil tindakan tegas usai suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memanas di arena sidang, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026) sore. 

“Muktamar merupakan forum mulia dan tidak boleh ada yang mengganggu dengan gerakan destruktif,” ujarnya dalam Apel Gabungan Banser, Pagar Nusa, dan Panitia Lokal di sekitar Sidang Pleno Muktamar NU. 

Baca Juga

Sebagai upaya menjalankan mandat, Panglima Tertinggi Banser tersebut tegas menyampaikan bahwa proses Muktamar harus berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh panitia. 

“Saya memastikan seluruh proses rangkaian agenda Muktamar akan berjalan sesuai dengan rencana panitia hingga nanti besok penutupan,” ucap Koordinator Keamanan Muktamar ke-35 NU tersebut. 

Kepada pihak yang dengan sengaja mengganggu jalannya rangkaian acara, pasukan keamanan bersama seluruh panitia terkait akan mengambil tindakan tegas yang diperlukan untuk mengembalikan suasana menjadi normal kembali.

“Ini adalah forum tertinggi kita, forum mulia kita, forum untuk kita galang silaturahmi demi memperkuat NU di masa depan,” katanya.

photo
Simpatisan salah satu calon Ketua Umum PBNU saling dorong dengan petugas keamanan saat menggelar aksi demonstrasi di pintu akses Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026). - (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Selama proses muktamar berlangsung dirinya akan mengoptimalkan seluruh pasukan yang tergabung dalam kepanitiaan keamanaan untuk menjaga dan mempetebal keamanan.

“Saya ambil alih, kendali keamanan dalam Muktamar. Mari jaga marwah organisasi. Di sini, di tanah yang kita injak, mengalir darah kealiman para Muassis. Jangan kotori dengan tindakan destuktif. Ayo, bersama-sama kita jaga akar kita,” jelas Addin.

Sebagai Panglima Tertinggi Banser yang dimandatkan menjadi Koordinator Keamanan Muktamar, Addin berkepentingan memastikan para ulama dan kiai, perwakilan PW, PC, hingga PCI Nahdlatul Ulama melangsungkan seluruh proses ini dengan nyaman dan khidmat. 

“Maka jangan ada yang mengganggu sekali lagi. Biarkan para ulama, para kiai kita dari berbagai daerah merumuskan yang terbaik untuk organisasi dan warga,” ujarnya.

Sebelumnya, suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur sempat memanas pada Ahad (30/8/2026) siang. Berdasarkan pantauan Republika.co.id di lokasi, puluhan santri merengsek masuk ke area utama siang pleno IV di Gedung Serba Guna. 

Kericuhan terjadi setelah pimpinan sidang mengesahkan klausul mengenai "masa idah politik" dalam sidang pleno yang digelar di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. 

Sekitar pukul 13.30, sejumlah massa yang mengaku sebagai pendukung Gus Yusuf tampak berusaha masuk ke ruang sidang Muktamar. Massa itu sempat saling dorong dengan petugas keamanan dan anggota Banser yang berjaga di lokasi. 

Selama dua jam lebih mereka terus berorasi di pintu masuk ruang sidang pleno. Mereka memprotes keputusan pimpinan sidang yang mengesahkan klausul tersebut.

Ba'da Ashar, massa itu pun membubarkan diri secara tertib. Setelah itu, anggota Banser dan Pagar Nusa pun menggelar apel gabungan di sekitar lokasi Muktamar dan melakukan penjagaan ketat. 

Berita Lainnya

Rekomendasi