Senin 31 Aug 2026 12:13 WIB

Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam, Buya Anwar Soroti Ekonomi Umat

Buya Anwar Abbas menyoroti pentingnya dakwah yang sejuk.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung dari 27–31 Agustus 2026, KH Miftachul Akhyar telah terpilih kembali untuk kedua kalinya menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Anwar Abbas mengatakan sosok dakwah KH Miftachul sejuk dan sangat jauh dari kekerasan dan cercaan.

Baca Juga

"Hal itu terlihat jelas dalam berbagai pidato dan ceramah yang beliau sampaikan di mana KH Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan kita agar dalam berdakwah jangan menempuh cara-cara yang tidak baik, tetapi harus lebih sejuk, dialogis, dan persuasif," kata Buya Anwar kepada Republika, Senin (31/8/2026).

Buya Anwar menyampaikan, dalam berdakwah, KH Miftachul Akhyar bersifat mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela. Di samping hal-hal yang terkait dengan bidang dakwah, KH Miftachul Akhyar juga sangat memperhatikan masalah ekonomi umat dan bangsa.

Menurutnya, KH Miftachul Akhyar sangat konsen dengan keadaan ekonomi umat yang secara makro tampak masih lemah. Untuk itu, KH Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan umat akan pentingnya melakukan penguatan dalam bidang ekonomi.

"Karena menurut sang kiai, jika umat tidak bisa memperkuat dirinya dalam bidang ekonomi dan bisnis, maka umat Islam akan terpuruk, sehingga kita tidak akan bisa menghambat dan mencegah terjadinya kemunduran umat," ujar Buya Anwar.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi