Kamis 16 Jul 2026 21:39 WIB

Madrasah Harus Jadi Ruang Aman dan Bebas Kekerasan

Penyelenggaraan Matamuda sejalan dengan arahan Menteri Agama.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Amin Suyitno
Foto: Dok Istimewa
Amin Suyitno

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno menegaskan komitmen pemerintah menjadikan madrasah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) Senyaman 2026.

Suyitno mengatakan, pelaksanaan Matamuda di MAN 19 Jakarta dan MTsN 4 Jakarta berlangsung lancar serta disambut antusias oleh para peserta didik baru. Menurut dia, suasana tersebut menunjukkan bahwa madrasah mampu menghadirkan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa.

Baca Juga

"Alhamdulillah semua rangkaian berjalan lancar. Kita melihat bagaimana anak-anak madrasah disambut dengan sangat antusias dan sangat menyenangkan," ujar Suyitnon di MAN 19 Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Matamuda sejalan dengan arahan Menteri Agama agar madrasah menjadi tempat yang aman dan nyaman, tidak hanya dari sisi ruang kelas, tetapi juga lingkungan belajar hingga ruang-ruang publik yang mendukung proses pendidikan.

Karena itu, Kementerian Agama terus memastikan seluruh ekosistem madrasah dibangun secara inklusif dan terbebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun bentuk kekerasan lain yang bertentangan dengan regulasi.

"Kami ingin memastikan bahwa semua ekosistem madrasah dilakukan dengan cara yang betul-betul inklusif, aman dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, psikis, maupun bentuk kekerasan lain yang dilarang dalam regulasi," ucapnya.

Amien juga mengapresiasi jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta yang dinilai berhasil merancang kegiatan Matamuda dengan baik sehingga mampu memberikan pengalaman positif bagi peserta didik baru.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan potensi besar siswa-siswi madrasah yang memiliki beragam bakat dan cita-cita. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat ekosistem pendidikan madrasah agar prestasi yang telah diraih dapat terus meningkat.

Ia menilai madrasah di DKI Jakarta telah menjadi contoh bagi daerah lain. Hal itu terlihat dari capaian akademik yang unggul, termasuk hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta keberhasilan para alumninya diterima di berbagai perguruan tinggi bereputasi, baik di dalam maupun luar negeri.

"Madrasah DKI sudah menjadi role model bagi madrasah-madrasah lain. Alumni-alumninya juga banyak diterima di kampus-kampus bereputasi nasional bahkan internasional. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat dan meningkatkan capaian-capaian tersebut," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib melaporkan seluruh rangkaian Matamuda Senyaman 2026 di madrasah-madrasah DKI Jakarta berlangsung lancar sejak dibuka pada Senin (13/7/2026) hingga penutupan pada Kamis (16/7/2026).

Menurut Adib, kegiatan mengusung motto "SENYAMAN" yang merupakan akronim dari "Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan". Melalui konsep tersebut, peserta didik baru diharapkan merasakan pengalaman pertama yang positif saat memasuki lingkungan madrasah.

"Alhamdulillah murid-murid baru di madrasah diterima dengan senang sesuai motto SENYAMAN, sehingga mereka dapat memasuki pendidikan di madrasah dengan penuh kegembiraan," ujar Adib.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi