REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Banyak orang hidup dalam bayang-bayang kemiskinan, kebangkrutan, dan kekhawatiran akan masa depan yang suram.
Padahal, sering kali yang mereka hadapi bukanlah kenyataan, melainkan ilusi yang diciptakan oleh rasa takut. Ilusi adalah gambaran yang dibentuk oleh pikiran, bukan oleh realitas.
Rasa takut membesar-besarkan kemungkinan buruk dan membuat seseorang merasakan kekalahan bahkan sebelum ujian itu benar-benar datang.
Tidak sedikit orang yang lebih takut pada kemiskinan daripada kemiskinan itu sendiri. Mereka hidup dalam kecemasan akan kebangkrutan sebelum kehilangan apa pun, dan takut menghadapi masa depan meskipun mungkin saja masa depan itu membawa banyak kebaikan bagi mereka.
Allah SWT berfirman:
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِى حَآجَّ إِبْرَٰهِـۧمَ فِى رَبِّهِۦٓ أَنْ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَٰهِـۧمُ رَبِّىَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا۠ أُحْىِۦ وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَٰهِـۧمُ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَأْتِى بِٱلشَّمْسِ مِنَ ٱلْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ ٱلْمَغْرِبِ فَبُهِتَ ٱلَّذِى كَفَرَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ ٢٥٨
"Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," dia berkata, "Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata, "Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat." Maka orang yang kafir itupun bingung. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS Al-Baqarah: 268)
Ibnu Abbas menjelaskan ayat ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya. Beliau mengatakan bahwa terdapat dua janji dari Allah, yaitu ampunan dan karunia-Nya, serta dua tipu daya dari setan, yaitu menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan dan mendorong mereka kepada keburukan.