REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Betapa cepatnya hari-hari berlalu.Pernahkah kita benar-benar menyadarinya? Sesungguhnya cepatnya pergantian hari dan malam adalah sesuatu yang sangat menggetarkan hati.
Seseorang baru saja meletakkan kepalanya di atas bantal untuk tidur, tiba-tiba cahaya fajar sudah menyingsing. Baru saja terbangun di pagi hari, tanpa terasa waktu tidur kembali telah tiba.
Begitu pula dengan perjalanan pekan. Baru saja memasuki awal pekan, tahu-tahu kita sudah berada di penghujungnya. Demikian pula bulan demi bulan dan tahun demi tahun yang berlalu dengan kecepatan yang seolah menakutkan.
Bulan dan tahun berlalu begitu cepat tanpa disadari. Baru saja kita menjalani Ramadhan, berpuasa sebulan penuh, lalu tidak terasa kita sudah kembali menanti Ramadan berikutnya.
Hari raya datang dan pergi. Tahun demi tahun terus berganti. Anak kecil tumbuh menjadi dewasa. Pemuda beranjak tua. Manusia terus berjalan menuju akhir kehidupannya. Dan pada akhirnya, yang tersisa hanyalah amal perbuatannya.
Allah SWT berfirman:
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ ٱلْإِنسَـٰنُ مَا سَعَىٰ ٣٥
“yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya." (QS an-Nazi'at: 35).
Malam-malam berlalu secepat kedipan mata. Umur manusia habis seakan hanya sebuah mimpi yang singkat.