Kamis 09 Jul 2026 08:00 WIB

Respons MUI Jabar Soal Boti Hunter: Jangan Anarkis, Kedepankan Pembinaan

Masyarakat diimbau tidak bertindak main hakim sendiri dalam menyikapi fenomena LGBT.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ani Nursalikah
Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung.
Foto: ANTARA/HO-MUI Jabar
Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Merespons munculnya gerakan Boti Hunter, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis terhadap mereka yang memiliki perilaku LGBT. MUI mengajak agar mereka mendapatkan pembinaan sehingga terhindar dari perilaku tersebut.

"Ya mungkin niatnya bagus, tetapi caranya yang mungkin kurang elok. Kita negara hukum, kita negara hukum yang berdaulat. Saya pikir belum saatnya memakai tindakan-tindakan anarkis seperti itu," ucap Ketua MUI Jawa Barat KH Anang Abdussalam, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga

Ia menyarankan agar dilakukan pembinaan terhadap pihak-pihak yang memiliki perilaku tersebut. Dengan begitu, diharapkan mereka tidak semakin tersakiti.

"Saran dari kami, mereka saudara kita. Mereka hanya terkena penyakit, mereka butuh kasih sayang dan perhatian lebih. Mereka butuh pembinaan," kata dia.

Ia mengatakan perilaku LGBT akan menimbulkan azab atau bencana jika terus dibiarkan. Oleh karena itu, menurut dia, persoalan tersebut perlu ditangani bersama.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi