Rabu 07 Oct 2026 22:51 WIB

Bertemu Dubes Yordania, Menhaj Bahas Wisata Jamaah Haji dan Umrah

Yordania usul kerja sama wisata bagi jamaah Indonesia sebelum atau setelah umrah.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menerima kunjungan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Al Omoush, di kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada Selasa pagi (6/10/2026).
Foto: Dok. Republika
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menerima kunjungan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Al Omoush, di kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada Selasa pagi (6/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menerima kunjungan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Al Omoush, di kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada Selasa pagi (6/10/2026). Pertemuan strategis ini digelar untuk membahas kelanjutan usulan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait kunjungan wisata jamaah haji dan umrah Indonesia ke Yordania.

Yordania sebelumnya telah menyampaikan usulan kerja sama tersebut kepada Kemenhaj. Dalam pertemuan lanjutan ini, pembahasan difokuskan pada peluang menjadikan Yordania sebagai destinasi wisata alternatif bagi jamaah Indonesia, baik sebelum maupun setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji dan umrah.

Baca Juga

Menteri yang biasa dipanggil Gus Irfan ini mengungkapkan nota kesepahaman ini dirancang untuk memfasilitasi jamaah Indonesia yang ingin singgah dan berwisata di Yordania dalam perjalanan ibadah mereka.

"Perjanjian MoU ini berkaitan dengan perjalanan wisata bagi jamaah, baik sebelum maupun sesudah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Pihak Yordania telah mengajukan usulan kerja sama ini sejak beberapa waktu lalu, dan pertemuan tadi merupakan kelanjutan pembahasannya untuk menyediakan destinasi wisata bagi jamaah kita yang berangkat atau pulang dari Tanah Suci," ujarnya dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (6/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gus Irfan juga menekankan pentingnya kerja sama yang berimbang (mutual benefit) dengan mendorong arus kunjungan wisatawan sebaliknya. Kemenhaj berharap sinergi ini juga dapat menarik warga negara Yordania untuk berwisata ke Indonesia.

"Selain itu, kami berharap wisatawan dari Yordania pun tertarik berkunjung ke Indonesia. Jadi ada kerja sama timbal balik: jamaah kita singgah berwisata di Yordania setelah umrah, sementara warga Yordania juga kita ajak menikmati berbagai destinasi wisata di Indonesia," ucapnya.

Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret tindak lanjut pembahasan usulan MoU agar rencana kerja sama antar kedua negara dapat dirumuskan secara komprehensif, matang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia maupun Yordania.

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi