REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Dalam kitab Al-Fawaid, Imam Ibnu al-Qayyim menyebutkan sebuah pelajaran berharga yang diberi judul “Sepuluh Hal yang Sia-Sia dan Tidak Memberikan Manfaat.”
Bayangkan seorang pedagang yang mengimpor barang dagangan dengan susah payah, mengerahkan tenaga untuk menjualnya, namun pada akhirnya tidak memperoleh keuntungan sedikit pun.
Betapa besar kekecewaannya. Semua tenaga yang dicurahkan menjadi sia-sia, dan modal yang dikeluarkan tidak mendatangkan manfaat.
Demikian pula dalam kehidupan. Kerugian terbesar bukan hanya kehilangan harta, melainkan ketika waktu dan usaha yang kita miliki berlalu tanpa hasil yang bermanfaat.
Apa saja sepuluh perkara berharga tetapi bisa sia-sia yang dimaksudkan Ibnu al-Qasyyim tersebut?
1. Ilmu yang tidak diamalkan
Karena itu, Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa hal pertama yang sia-sia adalah ilmu yang tidak diamalkan.
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diterapkan dalam kehidupan. Jika tidak diamalkan, maka nilainya menjadi hilang.