REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-New York Times mengutip dua sumber yang menyatakan bahwa sebuah helikopter tempur AH-64 Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat jatuh di dekat Selat Hormuz pada Senin (7/6/2026) lalu.
Kedua sumber tersebut menjelaskan bahwa awak helikopter yang terdiri dari dua pilot berhasil diselamatkan dan dievakuasi dengan selamat dari lokasi kejadian.
Menurut salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, penyebab jatuhnya helikopter itu belum dapat dipastikan.
Masih belum diketahui apakah insiden tersebut terjadi akibat tembakan dari pihak Iran, kerusakan mekanis, atau faktor lainnya.
Investigasi masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kedua pilot berada dalam kondisi baik.
Sementara itu, hingga kini Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah meningkatnya ketegangan di kawasan yang kemudian mereda.
Pada Senin, Israel dan Iran sempat saling melancarkan serangan militer sebelum akhirnya mengumumkan kembali komitmen mereka terhadap gencatan senjata yang telah berlaku sejak April lalu.