REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Salah satu peristiwa penting yang terjadi setelah kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar adalah upaya pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Umair bin Wahab al-Jumahi RA, yang akhirnya memeluk Islam.
Kisah ini sebagaimana dinukilkan oleh Urwah bin az-Zubair berikut ini:
Tidak lama setelah Peristiwa Badar, Umair bin Wahab al-Jumahi duduk bersama Shafwan bin Umayyah di Hijr Ka’bah.
Umair merupakan salah satu tokoh Quraisy yang dikenal sangat memusuhi Rasulullah SAW.
Ia termasuk orang yang menyakiti Rasulullah SAW dan para sahabatnya ketika masih berada di Makkah. Kaum Muslimin pun banyak mengalami kesulitan akibat ulahnya.
Sementara itu, putranya, Wahab bin Umair, menjadi salah satu tawanan dalam Perang Badar.
Ketika keduanya membicarakan para pemimpin Quraisy yang tewas dalam Perang Badar dan musibah yang menimpa mereka, Shafwan berkata, “Demi Allah, tidak ada lagi kebaikan dalam hidup setelah mereka tiada.”
Umair menjawab, “Engkau benar! Demi Allah, seandainya bukan karena utang yang belum mampu kulunasi dan keluarga yang kukhawatirkan akan terlantar setelah kepergianku, niscaya aku akan pergi menemui Muhammad dan membunuhnya. Aku mempunyai alasan untuk itu, yaitu anakku yang menjadi tawanan mereka.”