Senin 25 May 2026 10:27 WIB

Hari Ini, Jamaah Haji RI Mulai Bergerak ke Arafah

Keterangan otoritas setempat, suhu udara di Arafah bisa mencapai 47 derajat celsius.

Jamaah dari berbagai dunia memenuhi Jabal Rahmah di Arafah. Foto dokumentasi 2024.
Foto: Republika/Muhyiddin
Jamaah dari berbagai dunia memenuhi Jabal Rahmah di Arafah. Foto dokumentasi 2024.

Oleh: Fernan Rahadi, wartawan Republika, dari Makkah, Arab Saudi

Pada Senin (25/5/2026) pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 11.00 WIB, seluruh jamaah haji Indonesia dijadwalkan bergerak menuju Padang Arafah. Bersama jutaan tamu Allah dari berbagai penjuru dunia, mereka akan menjalani wukuf, yang merupakan inti rangkaian ibadah haji.

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Dendi Suryadi menjelaskan, puncak ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) merupakan momen krusial, khususnya bagi seluruh petugas haji. Mereka harus selalu siap sedia dalam melayani jamaah haji RI.

Baca Juga

Menurut Dendi, kepadatan lalu lintas saat mobilitas jamaah dari Makkah ke Arafah menjadi hal pertama yang harus diperhatikan. Sebab, saat itu jutaan orang bergerak ke satu titik lokasi yang sama pada waktu yang sama.

"Pergerakan jamaah Indonesia dilakukan 8 Dzulhijjah, pada hari Senin (25/5/2026) jam 07.00 WAS. Jamaah bergerak dari hotel-hotel di seluruh Makkah menuju Arafah, inilah salah satu titik krusialnya," katanya usai memimpin apel kesiapan petugas Arafah di Makkah, Sabtu (23/5/2026).

Pengaturan jamaah menuju tenda dan setelah wukuf juga menjadi sorotan. Terlebih jumlah jamaah Indonesia mencapai 221 ribu dan sekitar 203 ribu di antaranya adalah jemaah haji reguler.

Dendi juga menyinggung soal suhu udara yang panas pada saat puncak haji. "Tahun ini diperkirakan oleh BMKG-nya Arab Saudi bisa mencapai 47 derajat celcius," kata dia.

Pelayanan operasional haji saat wukuf di Arafah akan dikoordinasikan oleh Satgas Arafah di bawah Satuan Operasi Armuzna. Petugas daerah kerja (daker) bandara telah bergerak menuju Arafah pada Ahad (24/5/2026) atau 7 Dzulhijjah.

Petugas akan memastikan fasilitas di Arafah siap digunakan oleh jamaah haji Indonesia. "Ketika jemaah datang pada 8 Dzulhijah atau 25 Mei 2026, semua petugas sudah siap," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf meminta petugas haji Indonesia mempertahankan pelayanan prima kepada jamaah Indonesia pada saat fase Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna). Menurut sosok yang akrab disapa Gus Irfan itu, Armuzna adalah fase puncak haji yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan operasional pelayanan haji.

"Puncak dari haji adalah Armuzna, jika Armuzna berjalan sesuai harapan artinya kesuksesan sudah 80 persen," ungkap Gus Irfan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement