REPUBLIKA.CO.ID, GAZA - Yayasan Amanah Kemanusiaan Global (AMAL) bersama Yayasan Masjid Al-Ikhlas (YMAI) melalui Unit ZISWAF YMAI kembali menghadirkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina melalui pembangunan sumur air di Distrik Shabra, Syaikh Radwan, Gaza.
Program ini menjadi sumur ke-7 yang dibangun AMAL di wilayah Gaza sebagai upaya membantu masyarakat yang masih menghadapi krisis air bersih akibat rusaknya infrastruktur pascakonflik.
Sumur yang dibangun memiliki kedalaman 70 meter dengan kapasitas sekitar 10.000 liter per jam. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 1.500 warga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.
Menurut laporan Human Rights Watch, kerusakan infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan (water, sanitation, and hygiene/WASH) di Gaza telah mencapai lebih dari 84 persen. Sementara itu, laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan bahwa rata-rata pasokan air harian warga Gaza saat ini hanya berkisar 3–5 liter per orang per hari.
Padahal, standar minimum kebutuhan air untuk manusia berada pada angka sekitar 15 liter per hari. Karena itu, pembangunan sumur dinilai menjadi salah satu solusi tercepat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi darurat kemanusiaan.
Meski air sumur tersebut belum dapat dikonsumsi secara langsung, keberadaannya tetap sangat membantu warga untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci, dan sanitasi.
Menurut catatan AMAL, hingga saat ini masih terdapat sekitar 25 wilayah di Jalur Gaza yang membutuhkan akses sumber air bersih. Oleh sebab itu, AMAL berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang terlibat dalam proyek wakaf sumur untuk Palestina.
AMAL juga menegaskan bahwa kolaborasi bersama YMAI tidak akan berhenti pada program ini saja. Ke depan, kedua lembaga berharap dapat terus bersinergi menghadirkan berbagai program kemanusiaan lainnya, baik untuk Palestina maupun wilayah lain yang tengah dilanda krisis.




