REPUBLIKA.CO.ID,ISTANBUL -- Putra pemimpin Hamas, Khalil al-Hayya, syahid pada hari Kamis (7/5/2026) akibat luka-luka yang diderita setelah terkena serangan Israel di Jalur Gaza. Sementara Israel mengkonfirmasi serangan terhadap seorang komandan tinggi Hizbullah di ibu kota Lebanon. Peristiwa ini menandai untuk kesekian kalinya Israel melakukan pelanggaran perjanjian kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan Israel.
Seorang koresponden Anadolu mengatakan, Azzam al-Hayya menghembuskan napas terakhirnya setelah menderita luka kritis dalam serangan yang menargetkan lingkungan Daraj di sebelah timur Kota Gaza pada Rabu (6/5/2026) malam.
Dikutip dari laman Anadolu AGency, pada Rabu, Hayya mengatakan putranya terluka parah dalam serangan Israel, menuduh Israel berusaha mencapai tujuannya melalui tekanan, pembunuhan, dan terorisme.
Rekaman video dari Kota Gaza menunjukkan para pelayat membawa jenazah Azzam dari Rumah Sakit Al-Shifa sebelum dimakamkan.
Menurut sumber-sumber Palestina, Azzam adalah putra keempat Hayya yang syahid akibat serangan Israel.
Secara terpisah, militer Israel mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada Kamis bahwa mereka telah membunuh Ahmed Balout, yang mereka sebut sebagai komandan Pasukan Radwan Hizbullah, dalam serangan di pinggiran selatan Beirut pada Rabu.
Tidak ada komentar langsung dari Hizbullah mengenai klaim Israel tersebut. Untuk diketahui, Israel terus melakukan pelanggaran perjanjian gencatan senjata.




