Kamis 15 Oct 2026 21:49 WIB

BSI Targetkan Kantor Cabang di Jeddah Beroperasi Paling Lambat Januari 2027

Pembukaan kantor di Jeddah menjadi bagian dari ekspansi BSI di pasar internasional.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Muhammad Hafil
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo ditemui usai taklimat media BSI International Expo Kedua Buy local go global di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Foto: Dian Fath Risalah / Republika
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo ditemui usai taklimat media BSI International Expo Kedua Buy local go global di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menargetkan kantor cabang di Jeddah, Arab Saudi, mulai beroperasi paling lambat Januari 2027. Perseroan masih menyelesaikan persiapan infrastruktur dan menunggu persetujuan regulator setempat.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, persiapan gedung kantor dan teknologi informasi (TI) masing-masing sudah mencapai sekitar 80 persen. Namun, operasional kantor masih bergantung pada pemeriksaan regulator Arab Saudi.

Baca Juga

“Yang Jeddah itu kami rencanakan di akhir tahun (2026). Karena kan terkait dengan regulasi setempat,” ujar Anggoro ditemui usai taklimat media BSI International Expo Kedua Buy local go global di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Anggoro mengatakan, setiap tahapan persiapan TI harus melalui pemeriksaan regulator sebelum dapat dilanjutkan. Menurut dia, proses tersebut menjadi tantangan tersendiri karena BSI menjadi bank Indonesia pertama yang membuka kantor di wilayah tersebut.

“Januari lah paling terakhir bisa operasi di sana. Dan operasi lisensinya akan bertahap. Kami full branch, tapi kami akan mulai beberapa layanan yang bertahap,” kata Anggoro.

Dia menambahkan, BSI juga menyiapkan tenaga kerja dengan melibatkan sumber daya lokal. Sekitar 70 persen tenaga kerja kantor cabang tersebut ditargetkan berasal dari Arab Saudi.

Pembukaan kantor di Jeddah menjadi bagian dari ekspansi BSI di pasar internasional, terutama untuk memperkuat layanan keuangan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia. BSI sebelumnya telah memperoleh initial approval dari Bank Sentral Arab Saudi (SAMA) pada 2024 untuk membuka Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN).

Potensi pasarnya cukup besar. BSI mencatat sekitar 170 ribu dari rata-rata 203 ribu jemaah haji Indonesia setiap tahun merupakan nasabah perseroan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 83 persen dari total jamaah haji Indonesia.

Di segmen umrah, data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) 2025 mencatat 1,6 juta masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah umrah. Sekitar 84 persen di antaranya disebut memanfaatkan layanan BSI.

Pada musim haji 2026, BSI juga bekerja sama dengan BPKH Limited dengan menghadirkan stan layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah. Layanan tersebut ditujukan untuk memberikan informasi dan pendampingan kepada jamaah Indonesia selama berada di Tanah Suci. Melalui kantor cabang tersebut, BSI berupaya mendekatkan layanan perbankan kepada jamaah haji dan umrah, sekaligus memperluas jangkauan bisnis di Arab Saudi.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi