Kamis 15 Oct 2026 23:47 WIB

Khutbah Jumat: Hari Santri dan Cinta Tanah Air yang Digariskan Rasulullah SAW

Cinta tanah air merupakan ajaran Islam yang agung.

Sejumlah santri berdoa saat mengikuti apel Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (22/10/2025). Peringatan Hari Santri Nasional dengan tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia tersebut diikuti oleh ribuan santri Lirboyo.
Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Sejumlah santri berdoa saat mengikuti apel Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (22/10/2025). Peringatan Hari Santri Nasional dengan tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia tersebut diikuti oleh ribuan santri Lirboyo.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH A Muzani Aziz Lc MA, Ketua 4 MUI Kota Tangerang  

Khutbah Pertama

Baca Juga

أَلْحَمْدُ لله، أَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الْإِسْلَامَ طَرِيقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِينَ بِهِ مَكَانًا عَلِيًّا.

أَشْهَدُ أَن لَّا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه، شَهَادَةً مَنْ هُوَ خَيْرُ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.

أَللّهُمَ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا وَنَبِيًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّّذِينَ يُحْسِنُونَ إِسْلَامَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوا شَيْئًا فَرِيًّا.

أّمَّا بَعْدُ...فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوْصِينِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى الله، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ تَنْزِيلِهِ: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

Ma’âsyiral muslimîn akramakumullâh....

Tanggal 17 Agustus 1945 bukanlah akhir dari perjuangan kemerdekaan Indonesia. Agresi Militer Belanda Kedua yang membonceng tentara Sekutu (Inggris) untuk kembali menjajah Indonesia, pasca kekalahan Jepang, memantik kesadaran para kyai dan kaum santri untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang belum lama diproklamirkan.

Melalui Resolusi Jihad yang difatwakan oleh Hadhratus Syeikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari (selaku pendiri Nahdlatul Ulama/NU) pada tanggal 22 Oktober 1945, perlawanan para kyai, kaum santri dan segenap rakyat menentang penjajah Belanda berkobar di seantero negeri.

Puncaknya, meletuslah pertempuran hebat antara kaum santri dan pasukan Belanda di Surabaya, pada tanggal 10 November 1945, yang kemudian kita peringati sebagai Hari Pahlawan.

Dari episode sejarah bangsa Indonesia tersebut di atas, dan episode panjang lainnya dari perjuangan para kyai dan kaum santri untuk negeri ini, akhirnya melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, perjuangan para kiai dan kaum santri diakui oleh Pemerintah Indonesia, dengan diperingatinya Hari Santri Nasional pada setiap tanggal 22 Oktober, meski baru 70 tahun setelah episode sejarah Fatwa Resolusi Jihad berlalu. Alhamdulillah, jasa dan peran serta keberadaan pesantren pun semakin diakui dan diapresiasi dengan lahirnya UU No. 18 Tahun 2019.

Jamaah yang mulia

Perjuangan para kyai dan kaum santri tidak lepas dari doktrin luhur yang terpatri di dalam sistem nilai keislaman, yaitu hubbul wathan minal imân, cinta Tanah Air adalah manifestasi keimanan.

Ia bukanlah sebuah redaksi dari hadits Nabi, bukan pula redaksi dari ayat suci dari Alquran. Namun, doktrin hubbul wathan minal imân yang digagas dan dicetuskan oleh Hadhratus Syeikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) ini sejurus dan senapas dengan sabda Nabi dan firman suci Ilahi.

Cinta Tanah Air adalah tentang pentingnya manusia memiliki tempat tinggal yang memberinya kenyamanan dan kehangatan.

Cinta tanah air juga tentang kemerdekaan dan kedaulatan sehingga, siapapun yang berusaha menjajah dan mengusir dari tanah air tersebut, Islam memerintahkan untuk melakukan pembelaan dan perlawanan. Allah SWT berfirman dalam Surah al-Mumtahanah ayat 8:

لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama kalian dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Berita Lainnya

Rekomendasi