Rabu 08 Apr 2026 17:30 WIB

Telusur Jejak Filsafat Islam

Para cendekiawan Muslim menemukan seluruh perbendaharaan pemikiran Yunani.

ILUSTRASI Para filsuf Muslim
Foto: dok wiki
ILUSTRASI Para filsuf Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu adopsi kebudayaan Barat yang dilakukan peradaban Islam pada masa-masa awal berkaitan dengan filsafat. Disiplin itu berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau akal rasional. Oleh umat Islam, filsafat yang berakar dari pemikiran Yunani Kuno disesuaikan dengan nilai-nilai tauhid.

Filsafat menyelusup masuk. Kemudian, ia mewujud menjadi magnet berdaya tarik besar.

Baca Juga

Kaum cendekia bergelut dan melontarkan gagasan filosofisnya, baik melalui kelompok-kelompok kajian maupun dalam berlembar-lembar risalah. Filsafat pun memperkaya perkembangan pemikiran dan peradaban Islam.

Philip K Hitti dalam bukunya, History of the Arabs, menyatakan, bagi orang Arab dan Muslim, filsafat merupakan pengetahuan tentang kebenaran dalam arti sebenarnya sepanjang hal itu bisa dipahami oleh pikiran manusia. Secara khusus, nuansa filsafat umat Islam berakar pada tradisi filsafat Yunani.

Namun, pemikiran itu dimodifikasi dengan pemikiran penduduk wilayah taklukan serta pengaruh-pengaruh lainnya, yang disesuaikan dengan nilai-nilai Islam. Selanjutnya, diungkapkan dalam bahasa Arab. Prinsip filsafat terus digali hingga mengemuka kaitan dengan pemikiran filsuf Yunani yang juga lebih fenomenal ribuan tahun silam, Plato.

Melalui Plato, sebut Tamim Ansary dalam buku Dari Puncak Baghdad: Sejarah Dunia Versi Islam, cendekiawan Muslim menemukan seluruh perbendaharaan pemikiran Yunani. Perbendaharaan pemikiran itu, jelas dia, mulai dari masa Socrates hingga Aristoteles.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement