Rabu 01 Apr 2026 15:28 WIB

Pengacara Trump: Raja Charles Mungkin Sudah Memeluk Agama Islam

Pernyataan ini merujuk teori yang mengeksploitasi kekaguman raja terhadap Islam.

(Kiri-Kanan) Putri Charlotte, Catherine Putri Wales, dan Raja Charles III menyaksikan flypast di balkon Istana Buckingham setelah parade tahunan Trooping the Color di London, Inggris, 15 Juni 2024. Parade ulang tahun Raja, yang secara tradisional dikenal sebagai Trooping the Color , adalah parade militer seremonial untuk merayakan ulang tahun resmi kedaulatan Inggris. Catherine Princess of Wales dari Inggris membuat penampilan publik pertamanya sejak dia mengungkapkan bahwa dia didiagnosis menderita kanker pada Maret 2024.
Foto: EPA-EFE/TOLGA AKMEN
(Kiri-Kanan) Putri Charlotte, Catherine Putri Wales, dan Raja Charles III menyaksikan flypast di balkon Istana Buckingham setelah parade tahunan Trooping the Color di London, Inggris, 15 Juni 2024. Parade ulang tahun Raja, yang secara tradisional dikenal sebagai Trooping the Color , adalah parade militer seremonial untuk merayakan ulang tahun resmi kedaulatan Inggris. Catherine Princess of Wales dari Inggris membuat penampilan publik pertamanya sejak dia mengungkapkan bahwa dia didiagnosis menderita kanker pada Maret 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Mantan Wali Kota New York dan pengacara pribadi Donald Trump, Rudy Giuliani, melontarkan pernyataan kontroversial yang menyerang Raja Charles III dan komunitas Muslim di Britania Raya. Dalam sebuah wawancara podcast Uncensored yang dipandu Piers Morgan pada Senin (30/3/2026), Giuliani menyebut Raja Inggris secara rahasia 'mungkin' telah memeluk agama Islam. 

Giuliani mengklaim telah menerima laporan bahwa Inggris akan menjadi negara Muslim dalam 10 tahun ke depan. Ia bahkan menyerang pribadi Raja Charles III dengan menyebutnya sebagai "monarki Muslim Inggris".

Baca Juga

Pernyataan ini merujuk pada teori konspirasi yang mengeksploitasi kekaguman Raja Charles III terhadap Islam. Sebagaimana diketahui, Raja Charles III adalah kepala Gereja Inggris (Church of England) yang taat, namun ia juga dikenal sebagai pengagum seni dan filsafat Islam, bahkan mempelajari bahasa Arab untuk memahami Alquran secara langsung.

Berbeda dengan klaim "pengambilalihan" oleh Giuliani, Raja Charles III justru sering menyebut komunitas Muslim sebagai "aset berharga bagi Britania" yang memperkaya kekayaan budaya bangsa.

photo
Pengacara untuk Presiden AS Donald J. Trump dan mantan walikota New York City Rudy Giuliani. - (EPA-EFE/JIM LO SCALZO)

Retorika tajam Giuliani ini muncul di tengah upayanya membela agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Menurut Giuliani, pengaruh Islam di Inggris merupakan ancaman yang didorong oleh Teheran. "Singkirkan Republik Islam Iran, maka seluruh gerakan ini (Islamisasi) akan berbalik arah," klaim Giuliani tanpa dasar.

 

Serangan terhadap Syariat

Dalam wawancara tersebut, Giuliani juga melancarkan serangan verbal terhadap hukum Islam. "Hukum Syariah adalah kultus kematian. Dan Alquran adalah kultus kematian," cetusnya. Ia juga menuduh bahwa hukum Syariah telah mendominasi berbagai wilayah di Inggris, meskipun faktanya dewan Syariah di Inggris hanya bersifat badan penasihat tidak resmi tanpa kekuatan hukum tetap.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement