REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Di tengah suasana sukacita Idul Fitri, ada kalanya kebahagiaan tidak dirasakan oleh semua orang, terutama mereka yang kehilangan orang tercinta. Sebuah kisah di masa Nabi Muhammad SAW menggambarkan bagaimana kasih sayang mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan. Dalam peristiwa itu, Rasulullah SAW menunjukkan kepedulian mendalam kepada seorang anak yatim yang larut dalam duka di hari raya, hingga akhirnya senyum kembali menghiasi wajahnya.
Dikisahkan, suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang anak kecil yatim yang sedang bersedih di momen hari raya Idul Fitri. Kemudian perlakuan Rasulullah SAW terhadap anak yatim tersebut membuat kesedihannya hilang dan berubah menjadi bahagia.
Kisahnya, pada suatu hari ketika Idul Fitri, Nabi Muhammad SAW biasanya mengunjungi rumah ke rumah untuk mendoakan kaum Muslim. Di perjalanan, Nabi Muhammad SAW melihat banyak anak-anak sedang bermain dan tertawa. Mereka bermain sambil berlari-lari mengenakan pakaian bagus, mereka semua tampak senang dan bahagia.
Tiba-tiba, Nabi Muhammad SAW melihat di ujung jalan seorang anak gadis kecil duduk bersedih. Anak itu terlihat memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu usang. Nabi Muhammad SAW bergegas menghampirinya.
Anak gadis kecil ini menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Nabi Muhammad SAW meletakkan tangannya dengan penuh kasih pada kepala anak gadis kecil itu sambil bertanya dengan suara yang lembut, “Anakku, mengapa kamu menangis? Ini adalah hari raya bukan?”




