Ahad 22 Mar 2026 06:01 WIB

Hidayatullah: Idul Fitri adalah Momentum Perkuat Persatuan-Kepedulian Sosial

Idul Fitri adalah momentum untuk memperkuat ukhuwah.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Naspi Arsyad
Foto: ist
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Naspi Arsyad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Naspi Arsyad mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat persatuan dan kohesi sosial bangsa.

Ia menegaskan, Ramadhan tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan semata, tetapi harus melahirkan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan kebangsaan. Menurutnya, ibadah puasa, zakat, dan berbagai amal sosial selama Ramadhan merupakan proses pembinaan yang membentuk karakter umat menjadi lebih disiplin, empatik, dan bertanggung jawab.

Baca Juga

“Ramadhan harus dimaknai sebagai momentum penyucian jiwa bangsa, bukan sekadar pengalaman spiritual individu, tetapi fondasi moral bagi kehidupan bernegara,” ujar Kiai Naspi Arsyad, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima pada Ahad (22/3/2026).

Ia menilai, nilai-nilai yang dilatih selama Ramadhan seperti pengendalian diri, kejujuran, dan kepedulian sosial sangat relevan dalam menjawab tantangan bangsa saat ini. Karena itu, internalisasi nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat stabilitas sosial di tengah dinamika ekonomi, politik, dan krisis kemanusiaan.

Naspi juga menekankan, Idul Fitri merupakan ruang rekonsiliasi sosial. Perbedaan latar belakang, termasuk pilihan politik, tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus dikelola dalam semangat kebangsaan yang inklusif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement