Jumat 20 Mar 2026 12:35 WIB

Kapan Iran Merayakan Idul Fitri?

Pengumuman ini juga digaungkan di Irak, yang juga memiliki mayoritas Syiah.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Hilal atau bulan muda (ilustrasi)
Foto: viajeislam.wordpress.com
Hilal atau bulan muda (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mengumumkan bahwa hari terakhir bulan suci Ramadhan akan jatuh pada Jumat (20/3/2026) di negara mayoritas Muslim Syiah ini. Maka hari raya Idul Fitri dimulai pada hari berikutnya yakni Sabtu (21/3/2026), demikian dilaporkan televisi pemerintah.

Kantor pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa setelah pengamatan bulan, Jumat akan menjadi hari ke-30 bulan suci Ramadhan, diikuti oleh hari raya Idul Fitri yang menandai berakhirnya masa puasa.

Baca Juga

Pengumuman ini juga digaungkan di Irak, yang juga memiliki mayoritas Syiah, oleh ulama Syiah terkemuka negara itu, Ayatollah Ali Al-Sistani, dikutip dari laman Arab News, Jumat (20/3/2026).

Khamenei diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran bulan ini untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dibunuh dalam serangan udara pada awal perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan republik Islam Iran yang oleh Iran disebut sebagai "perang Ramadhan."

Waktu pelaksanaan hari raya Idul Fitri ditentukan berdasarkan penampakan bulan sabit, sesuai dengan kalender lunar Muslim.

Tahun ini, hari terakhir Ramadhan bertepatan dengan Nowruz, tahun baru yang dirayakan di Iran pada ekuinoks musim semi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement