Senin 16 Mar 2026 10:05 WIB

Menag Minta Pimpinan Ormas Islam Tebar Optimisme, Tidak Boleh Saling Melemahkan

Menurut Menag, Indonesia memiliki modal sosial untuk menjaga stabilitas dan harmoni.

Menteri Agama Nasaruddin Umar didampingi oleh Wakil Menteri Agama, Ketua Komisi VIII DPR, Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama saat menyampaikan hasil sidang isbat satu Ramadhan di Jakarta, Selasa (17/2/2026). Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis
Foto: Republika/Thoudy Badai
Menteri Agama Nasaruddin Umar didampingi oleh Wakil Menteri Agama, Ketua Komisi VIII DPR, Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama saat menyampaikan hasil sidang isbat satu Ramadhan di Jakarta, Selasa (17/2/2026). Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar meminta para pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam untuk terus menebarkan optimisme dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan pesan yang menenangkan dan membangun harapan. Karena itu, saya berharap para pimpinan ormas dapat terus menebarkan optimisme dan menjaga semangat persatuan di tengah umat,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (15/3/2026).

Baca Juga

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat bersilaturahim dengan pimpinan Ormas di kediaman dinas. Menurut dia, tokoh agama dan pimpinan organisasi masyarakat memiliki pengaruh besar dalam membentuk sikap dan pandangan masyarakat.

Para pemimpin umat memiliki posisi strategis. Ketika para tokoh menyampaikan pesan yang menyejukkan, masyarakat juga akan merasakan ketenangan dan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan.

photo
Silaturahmi pengutan ukhuwah antar ormas islam. - (Dok. HO)

“Cara menghadapi berbagai dinamika adalah dengan ketenangan, persatuan, dan kebersamaan. Kita tidak boleh saling melemahkan, tetapi justru harus saling menguatkan,” kata dia.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk menjaga stabilitas dan harmoni kehidupan masyarakat. Selama seluruh elemen bangsa menjaga kebersamaan dan terus memperkuat persatuan, maka bangsa ini akan mampu melewati berbagai tantangan dengan baik.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement