Rabu 15 Jul 2026 14:41 WIB

Di Hadapan Pejabat Australia, Menag Ungkap Rencana Helat Pertemuan Imam Besar Dunia Bulan Depan

Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan moderasi beragama.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Menteri Agama Nasaruddin Umar
Foto: Republika/Thoudy Badai
Menteri Agama Nasaruddin Umar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas di Australia sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pendidikan sekaligus memperluas penguatan moderasi beragama di tingkat internasional.

Rencana tersebut dibahas saat Menag menerima kunjungan Asisten Menteri Luar Negeri Australia Matt Thistlethewaite di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Pertemuan itu juga dihadiri Presiden Australian National Imams Council (ANIC) Shady Alsuleiman dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier.

Baca Juga

"Kami sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas di Australia. Mudah-mudahan mulai tahun depan kolaborasi tersebut dapat direalisasikan. Australia adalah negara tetangga kami, sehingga hubungan akademik maupun keagamaan perlu terus diperkuat," ujar Nasaruddin, Rabu(15/7/2026).

Menurut dia, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan moderasi beragama yang kini menjadi rujukan berbagai negara. Banyak pemerintah dan lembaga internasional mengundang Indonesia untuk berbagi pengalaman dalam membangun pemahaman Islam yang moderat, damai, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai ajaran agama.

photo
Jamaah membaca Al-Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Sejumlah umat muslim, memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbanyak amal ibadah dengan membaca Al-Quran dan berdzikir di masjid sebagai upaya memperbaiki diri pada bulan suci. - (Republika/Thoudy Badai)

"Kami membangun cara pandang keislaman yang moderat. Banyak negara mengundang kami untuk berbagi pengalaman karena kami memiliki metodologi khusus dalam menjelaskan Islam dengan perspektif yang modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya,"kata Nasaruddin yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Nasaruddin menjelaskan, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai pemerintah dan lembaga internasional di Amerika Serikat, Eropa, hingga kawasan Skandinavia dalam penguatan moderasi beragama. Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin International Grand Imam Association.

Dalam pertemuan tersebut, Nasaruddin memperlihatkan kepada delegasi Australia sebuah lukisan yang mengabadikan momen kebersamaannya dengan Paus Fransiskus sebagai simbol kuat dialog lintas agama dan persaudaraan kemanusiaan.

Ia mengungkapkan, Indonesia tengah mempersiapkan Konferensi Internasional Asosiasi Imam Besar yang akan digelar bulan depan. Forum itu akan mempertemukan para ulama terkemuka dunia guna memperkuat kerja sama global dalam mencegah berkembangnya radikalisme melalui pendekatan keilmuan, dialog, serta metodologi yang dikembangkan Indonesia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi