REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei mengalami luka tetapi dalam kondisi yang baik. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
"Dia (Mojtaba) terluka, tetapi kondisinya baik. Saya tidak tahu kapan dia akan menyampaikan pidato pertamanya (sebagai pemimpin tertinggi Iran)," kata Baghaei kepada surat kabar Corriere della Sera.
Terkait syarat gencatan senjata, Baghaei mengatakan bahwa pihaknya saat ini fokus pada upaya perlindungan integritas teritorial dan kedaulatan Iran.
"Pada Juni 2025, setelah 12 hari, Amerika Serikat dan Israel mengatakan, 'Mari kita berhenti'; dan kami berhenti. (Ajakan) Gencatan senjata itu adalah sandiwara lucu. Itulah mengapa seluruh negeri sekarang bertekad untuk membela diri," kata Baghaei.




