Jumat 29 May 2026 00:00 WIB

Dari Bumi Mina, Kaki Berpijak Spiritualitas Mengetuk Langit: Hadirkan Penghambaan Itu

Mina merupakan lokasi reflektif penghambaan seorang Muslim.

Jamaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS.
Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Jamaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS.

Oleh: Azis Subekti, mahasiswa Program Doktor Hukum UAI, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Ada banyak tempat di dunia yang dibangun untuk membuat manusia merasa nyaman. Kota-kota modern berlomba menghadirkan kemudahan.

Mesin diciptakan untuk mempersingkat waktu. Teknologi dirancang agar manusia semakin sedikit bersentuhan dengan rasa lelah. Dunia bergerak cepat menuju kehidupan yang serba praktis.

Baca Juga

Tetapi Mina justru menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Di sana manusia tidak sedang dimanjakan.

Ia sedang ditempa.

Hamparan tenda putih membentang di kaki bukit-bukit tandus. Panas gurun turun tanpa banyak kompromi.

Jutaan manusia berjalan dalam kepadatan yang nyaris sulit dibayangkan. Tidak ada ruang luas untuk ego pribadi.

Semua bergerak dalam ritme yang sama—makan bersama, berjalan bersama, menunggu bersama, berdesakan bersama, dan belajar bersabar bersama.

Di tengah dunia yang semakin memuliakan individualisme, Mina justru mengajarkan manusia bagaimana mengecilkan dirinya sendiri.

Dan mungkin di situlah rahasia terdalamnya.

photo
Suasana jamaah haji berjalan menuju Jamarat untuk melempar jumrah aqobah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS. - (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement