Ahad 01 Mar 2026 15:42 WIB

Kedubes Iran: Serangan AS-Israel Bunuh 200 Siswi Sekolah

Permusuhan AS terhadap Iran bukanlah hal baru.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Kondisi setelah serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan selatan. Iran, Sabtu (28/2/2026). Puluhan siswi meninggal akibat serangan itu.
Foto: Quds News Network/X
Kondisi setelah serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan selatan. Iran, Sabtu (28/2/2026). Puluhan siswi meninggal akibat serangan itu.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --  Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran di Republik Indonesia menyampaikan bahwa Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi melakukan tindakan agresi, melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil termasuk sekolah-sekolah dan menargetkan warga Iran yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan, sekaligus melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.

"Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau," kata Kedubes Republik Islam Iran di Indonesia dalam siaran pers resmi, Ahad (1/3/2026)

Baca Juga

Kedubes Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan bahwa pada jam-jam pertama, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal AS dan rezim Zionis Israel. Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan.

AS dan rezim Zionis Israel mengklaim bahwa mereka akan membantu rakyat Iran. Dengan dalih yang sama pula, mereka membajak protes damai rakyat Iran pada Januari 2026 menjadi kerusuhan yang penuh kekerasan. Kini terlihat bagaimana mereka "membantu" rakyat Iran, dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak

berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk, dan lainnya, terlebih lagi di bulan suci Ramadhan.

AS pada bulan Ramadhan tahun 2003 juga mengklaim membantu rakyat Irak. Sejak saat itu, yang diperoleh rakyat Irak tidak lain hanyalah kematian, kehancuran, dan penderitaan. Rakyat Libya dan Afghanistan pun telah merasakan "bantuan" Amerika. Intervensi dan agresi Amerika terhadap negara-negara lain tidak menghasilkan apapun selain kematian dan kehancuran.

Permusuhan AS terhadap Iran bukanlah hal baru dan berakar dalam tujuh dekade sejarah Iran. Intervensi, agresi, dan permusuhan AS terhadap Iran dimulai dari kudeta 19 Agustus 1953 (28 Mordad 1332) yang menggulingkan pemerintahan Dr. Mohammad Mossadegh, Perdana Menteri Iran saat itu, dan berlanjut dengan tindakan-tindakan berikutnya.

 

photo
Para pelayat bereaksi menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, 1 Maret 2026. Menurut pernyataan dari media pemerintah Iran yang dirilis pada 1 Maret 2026, Khamenei tewas dalam serangan udara dalam kampanye militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement